Foto Bung Karno dan KPU

Share this:
Bung Karno

Konsepsi Persatuan adalah konsepsi paling awal dalam pemikiran Sukarno, yang kemudian mempengaruhi anak anak muda seperti M Yamin, Sugondo Djojopuspito, WR Supratman dan banyak lainnya untuk mempersatukan gerakan politik dalam sebuah ikatan bernama “Sumpah Pemuda”.

Di tahun 1930-an, foto yang terkenal adalah foto Bung Karno di depan Pengadilan (Landraad) Kota Bandung, bersama pengacara-pengacaranya. Rakyat mengingat sebuah pidato paling hebat yang membangkitkan kesadaran Indonesia modern tentang kekayaan bangsa ini yang diangkut ke Belanda, dalam pidato Indonesia Menggugat.

Zaman terus melaju. Berbagai peristiwa politik terjadi dan puncaknya adalah Revolusi Kemerdekaan. Di sinilah kemudian Bung Karno menggunakan ‘politik foto’ untuk menjalankan gerakan aksinya.

Bung Karno adalah satu satunya pemimpin yang amat dipercaya rakyat. Ada satu cerita ketika Tan Malaka menanyakan peluang untuk menggantikan Sukarno pada Sutan Sjahrir, dijawab Sutan Sjahrir dengan tangkas “Kalau saja Anda populer 10% dari Sukarno, kami akan mempertimbangkan Anda sebagai presiden.”

Sjahrir saat itu sudah keliling Jawa, dan seluruh rakyat yang dijumpainya menyatakan berada di belakang Bung Karno. Di masa revolusi bersenjata, foto Bung Karno bahkan dijadikan semacam garansi politik bagi pihak-pihak yang bertikai. Sementara di sisi lain, pihak serdadu Belanda malah membawa bawa foto Bung Karno di depan jip mereka. Banyak dari serdadu Belanda yang pulang menjadikan foto Sukarno sebagai buah tangan ‘kenang-kenangan’.

Di tahun 1950-an, Bung Karno menggunakan foto-fotonya sebagai alat “penyadaran geopolitik”, setelah pemikiran panjang di tahun 1952, bahwa sentral isu yang harus dimainkan di Indonesia adalah ‘persoalan geopolitik’.

Share this: