Mandailing Natal Berduka, Permukiman Terendam, Rumah Hanyut

Share this:
BMG
Air tampak merendam permukiman penduduk dalam musibah banjir yang melanda Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.

Warga Masih Berada di Perbukitan, Kondisi Kekurangan Makanan

Hingga hari ketiga pascabanjir yang terjadi di wilayah Sulangaling, logistik dan obat-obatan belum bisa dikirim. Kondisi pertemuan sungai Parlampungan dan Batang Natal, yang masih meluap dan mengancam nyawa menjadi alasan sehingga untuk sementara pengiriman bantuan ditunda.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal (Madina) Subuki Nasution, Selasa (21/12/2021) logistik, baik sembako maupun obat-obatan akan didistribusikan ke wilayah Sulangaling.

“Logistik dan Tim SAR kita sudah di MBG. Hari ini akan kita upayakan dengan armada yang di sana untuk mendistribusikannya,” kata Subuki.

Desa Hitaimbaru, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), menurut Subuki, sampai hari ini masih tergenang dengan ketinggian 1 meter.

Sementara di Desa Lubuk Kapundung, Lubuk Kapundung II, dan Ranto Panjang, air sudah surut meski sebelumnya ketinggian air sempat mencapai 4 meter.

BacaPulang dari Ladang, Hanyut Terseret Arus Sungai Batang Gadis Madina

BacaJeritan Korban Banjir Luapan Sungai Blengking: Kami Ingin Pemerintah Hadir

Menurut informasi dari Sekretaris Desa Lubuk Kapundung II Aman Lubis, masyarakat Desa Hitaimbaru masih berada di perbukitan dengan kondisi kekurangan makanan dan pakaian kering.

“Warga butuh air bersih untuk diminum, bahan makanan juga, dan terpenting pakaian anak-anak dan dewasa karena pakaian warga basah semua,” kata Subuki.

Halaman Selanjutnya >>>

30 Rumah Warga Hanyut

Halaman Sebelumnya <<<

Share this: