Begini Respon PSSI Tentang Petisi Tuntutan Edy Rahmayadi Mundur

Share this:
Petisi di media sosial yang meminta Edy Rahmayadi mundur dari Ketua PSSI.

JAKARTA, BENTENGTIMES.com – Petisi yang meminta Edy Rahmayadi mundur sebagai Ketua Umum PSSI di change.org sudah ditandatangani 51.745 netizen hingga Sabtu (21/7/2018).

Diketahui bahwa Edy Rahmyadi sebagai Gubenur Sumatera Utara dalam Pilkada Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Ada tiga poin yang mendasari petisi ini memunculkan harapan agar mantan Pangkostrad ini melepas jabatan sebagai ketua umum PSSI.

(BACA: Beredar Petisi Desakan Edy Rahmayadi Mundur dari Ketum PSSI)

Saat dikonfirmasi terkait munculnya petisi ini, PSSI lewat wakil Ketua Umum Joko Driyono menyampaikan bahwa informasi tersebut sudah sampai kepihaknya. Dalam sistem negara demokrasi, aspirasi atau pernyataan sikap dirasakan sebagai sikap yang lumrah.

“PSSI mengetahui tentang itu (petisi agar Edy mundur) dan itu hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun saya juga ingin menyampaikan bahwa Pak Edy memiliki niat untuk memajukan sepakbola Indonesia, dan beliau berkomitmen untuk memimpin PSSI hingga selesai masa baktinya (2020),” ujar Joko Driyono saat dikonfirmasi terkait munculnya petisi ini.

(BACA: Menpora Minta Edy Rahmayadi Lepaskan Jabatan Ketua PSSI)

Ada pun tiga poin yang muncul dalam petisi tersebut, pertama disebutkan dengan rangkap jabatan penting sebagai Gubernur Sumut dan Ketua Umum PSSI, ditakutkan membuat konsentrasi Edy Rahmayadi akan bercabang sehingga berpeluang tidak optimal mengemban amanah di masing-masing jabatan.

Di luar bagaimana nanti Edy menjalankan mandat sebagai Gubernur Sumut, baru dilantik Oktober nanti, tapi terkait bagaimana mandat organisasi di PSSI akan dia kawal, merujuk dari sistem yang ada di konfederasi sepakbola Asia AFC dan juga dunia FIFA, kecemasan sekilas terlihat relatif bisa teratasi.

Dalam mekanismen pengambilan keputusan, baik dalam forum tertinggi kongres hingga forum Komite Eksekutif (Exco), organisasi menggunakan mekanisme kolektif. Sedang tugas tambahan ketua umum adalah memimpin forum serta menetapkan secara formal.

Terkait waktu, tidak berbeda dengan kongres yang digulirkan setahun sekali, di awal dan akhir program, rapat Exco juga digulirkan secara periodik dengan rentan waktu lebih pendek. Bisa sebulan hingga tiga bulan sekali, tergantung kebutuhan. Roda harian organisasi federasi ada di bawah kesekjenan, sebagai eksekutor kebijakan hasil rapat Exco.

”PSSI yang disebut pengurus itu adalah kepemimpinan kolektif, ketua umum dalam beberapa kewenangan itu memiliki mekanisme organisasi sesuai pendelegasian struktur itu,” lanjut Joko terkait bagaimana memastikan kesibukan Edy Rahmayadi tidak mengganggu roda organisasi di PSSI.

Share this: