Dengan JKN-KIS, Asam Lambung Terkontrol

Share this:
BMG
Henri Angkat menunjukkan Kartu JKN-KIS miliknya. Karyawan swasta ini merupakan peserta JKN-KIS dari segmen  Pekerja Penerima Upah (PPU) sejak tahun 2014.

KARO, BENTENGTIMES.com– Henri Angkat adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) sejak tahun 2014. Bertugas sebagai penjaga keamanan di sebuah instansi pemerintah, membuat ayah dari dua orang putri ini harus selalu menjaga pola hidup agar tetap sehat dan bugar.

Meskipun begitu, terkadang sakit datang juga tanpa ‘permisi’. Terlebih Henri– demikian dia biasa disapa, memiliki riwayat penyakit asam lambung akut.

“Saya termasuk orang yang sangat menjaga pola makan dengan baik, karena dari muda dulu punya penyakit asam lambung. Takut kambuh. Jera saya kalau sudah kambuh,” ujarnya.

Namun, sejak 2 tahun terakhir, asam lambungnya sudah mulai terkontrol. Dan, kalau sakit datang, langsung yang teringat pertama kali itu pasti kartu KIS.

Dia mengaku, asam lambungnya tidak sembuh total juga. Terkadang kalau telat makan, ya kambuh meski tidak separah dahulu.

Terakhir kali, dia opname itu sekitar tahun 2018. Sejak itu, paling cuma berobat jalan saja.

Henri pun mengaku jika dirinya tidak begitu khawatir dengan biaya pengobatan asam lambungnya itu.

BacaTidak Ada yang Tahu Kapan Datangnya Sakit, Syukur Ada JKN-KIS

Sepanjang ia berobat dari tahun 2014 lalu, dia tidak pernah mengeluarkan uang untuk biaya obat maupun pelayanan kesehatan yang didapatkannya.

“Ada JKN-KIS kan. Jadi, nggak perlu takut. Dari pertama kali saya punya KIS, belum pernah saya mengeluarkan uang sepeser pun,” ujar pria kelahiran Sidikalang ini.

Menurut Henri, obatnya pun cocok dengannya, dokter yang menanganinya juga sangat komunikatif. Dia selalu diberitahu cara menjaga agar asam lambung tidak kambuh, apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh dimakan.

“Semua itu saya dapatkan gratis berkat JKN-KIS,” tutur Henri.

BacaSempat Bertahan 24 Jam, Pendaki Gunung Asal Siantar Bermarga Sinaga Akhirnya Meninggal

Di akhir perbincangan, Henri pun menyampaikan apresiasinya untuk program JKN-KIS yang telah berjalan lebih dari lima tahun ini. Dia menyadari, sudah banyak terbantu oleh program JKN-KIS ini.

“Rasanya kalau ada yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan dari program ini pasti saya lakukan. Terima kasih JKN-KIS,” tutup Henri mengakhiri perbincangan.

Share this: