17 Pegawai Puskesmas Merdeka Karo Mogok Kerja, Desak Kapus Dicopot

Share this:
PELITA MONALD GINTING-BMG
Belasan pegawai Puskesmas Merdeka, Kabupaten Karo, melakukan aksi mogok bekerja, Kamis (13/8/2020). Mereka mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Karo untuk mendesak agar dr Lita br Sitepu dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Puskesmas Merdeka. 

KARO, BENTENGTIMES.com– Dunia kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo mengalami degradasi kepemimpinan. Setelah kisruh di internal Puskesmas Berastagi, menyusul Puskesmas Merdeka. Padahal, masyarakat Karo saat ini dihadapkan pada dua situasi sulit sekaligus, pandemi covid-19 dan erupsi Sinabung.

Informasi diperoleh BENTENG TIMES, lebih separuh tenaga medis Puskesmas Merdeka melakukan mogok kerja, sejak Selasa sampai dengan Jumat (11-14/8/2020).

Sikap itu mereka tempuh sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan dr Lita Sitepu, Kepala Puskesmas (Kapus) Merdeka. Selain mogok kerja, sedikitnya 17 tenaga medis Puskesmas Merdeka telah menemui Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan dan Kepala Dinas Kesehatan setempat. Tuntutannya, copot dr Lita Sitepu.

Salahseorang pegawai Puskesmas Merdeka ketika ditemui di halaman Kantor Dinas Kesehatan Karo mengungkapkan, sebagai kepala puskesmas, dr Lita dinilai telah melakukan tindakan semena-mena terhadap bawahan, bikin aturan selalu berubah-ubah.

Sehingga sesama bawahan terpecah menjadi dua kubu. Selain itu, dr Lita juga dinilai berbicara tidak santun.

“Kami sudah lama merasa tidak nyaman lagi bekerja,” ujar salahseorang pegawai yang tidak ingin namanya dipublikasikan, Jumat (14/8/2020).

Dia menuturkan, puncak kekecewaan mereka ketika dr Lita melakukan pemecatan secara sepihak terhadap rekan mereka yang masih berstatus Tenaga Harian Lepas (THL), beberapa waktu lalu.

BacaPandemi Belum Berakhir, 32 Tenaga Medis Puskesmas Berastagi Mogok Kerja

 

Atas kondisi itu, mereka telah menemui Ketua DPRD Karo dan Wakil Ketua DPRD Karo David Sitepu, meminta agar kepala puskesmas dr Lita dicopot dari jabatannya.

Share this: