Keluarga Korban Minta Dibangunkan Tugu, Pemerintah Menyanggupi

Share this:
BMG
Bupati Simalungun JR Saragih saat memaparkan proses penanganan keluarga korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun yang hilang di dasar Danau Toba.

JR menyebutkan, untuk satu orang meninggal dunia akan mendapatkan uang santunan dari Kementerian Sosial sebesar Rp15 juta, Jasa Raharja Rp50 juta dan dari Pemkab Simalungun sebesar Rp2 juta.

Kendati pencarian dihentikan, namun JR mengatakan pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan Basarnas Kabupaten Simalungun dan instansi terkait untuk tetap melakukan pemantauan di lokasi kejadian.

“Kalau nanti ada penemuan jasad korban hilang akan dievakuasi, seterusnya diidentifikasi dan akan diserahkan ke keluarga korban,” ucapnya.

JR juga mengungkapkan, dari musibah ini ada 21 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, 3 orang meninggal dunia, selebihnya sekitar 164 orang dinyatakan hilang.

Untuk tiga jenazah yang sudah ditemukan, setelah diidentifikasi jenazahnya sudah diserahkan kepada keluarga korban. Ada yang ke Aceh, Binjai dan ada yang di Kabupaten Simalungun.

JR mengungkapkan, sejak awal kejadian Senin (18/6/2018) lalu, pihaknya bersama-sama dengan Tim Basarnas, KNKT, TNI AL telah bekerja maksimal menyisir perairan Danau Toba, termasuk dengan melakukan penyelaman.

Basarnas dengan 2 Kapal Ferry terus melakukan upaya pencarian dengan penyapuan di dalam perairan Danau Toba, sejak H7+3+3+1, dan Minggu (1/7) sekira pukul 17.00 WIB, masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang berposko di Pelabuhan Tigaras. Adapun alat dipakai menggunakan jaring pukat harimau. Kemudian dibantu robot air atau ROV.

Share this: