Mantan Asisten di Palas Jabat Sekda Siantar, Warga Bersorak saat Pelantikan

Share this:

SIANTAR, BENTENGTIMES.com – Walikota Pamatangsiantar Hefriasnyah resmi melantik Budi Utari AP menjadi Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar.diketahui, Budi sebelumnya menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Pelantikan yang digelar di ruang data Pemko Siantar Kamis (29/3/2018) sekitar pukul 14.30 WIB itu tampak dijaga ketat personel kepolisian, TNI dan Satpol PP. Sebab, terlihat jelas ada penolakan dari warga Siantar atas pelantikan itu.

“Dengan memanjatkan doa kepada Tuhan yang Maha Esa, hari ini 29 Maret 2018, berdasarkan: satu, Surat Gubernur Sumatera Utara, kedua, hal rekomendasi hasil seleksi Jabatan Pratama Sekretaris Daerah, ketiga, surat Walikota Pematangsiantar, saya dengan ini secara resmi melantik saudara Budi Utari AP menjadi Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar,” kata Hefriansyah.

Di saat bersamaan, upacara pelantikan jabatan menuai sejumlah reaksi. Pasalnya pergantian sekda menjadi defenitif dilakukan mendadak. Bahkan, pelantikan tidak dihadiri Ketua DPRD Siantar dan Plt Sekda Siantar Resman Panjaitan

Bahkan, saat pelantikan, ratusan orang yang berada di luar ruangan terdengar bersorak. Petugas kepolisian dari Polres Siantar, personel TNI dan Satpol PP juga terlihat berjaga ketat pintu ruang data.

Sementara, Hefriansyah yang diwawancarai mengatakan bahwa tidak ada permasalahan. Ia mengatakan bahwa kebijakan yang dilakukan telah melalui prosedur dan mekanisme seleksi terbuka yang mengacu pada undang-undang.

Hefriansyah juga balik bertanya apakah memang benar ada protes sejumlah pihak dan bertanya apa yang mau diprotes

“Kalian saja yang merasa mendadak. Kan persiapannya sudah ada sebulan. Masa ada yang menolak. Kenapa protes? Kita sudah mengacu undang-undang,” ujar Hefriansyah.

Sementara, Sekda Siantar Budi Utari AP tampak menyalami sejumlah sanak keluarga yang dibawanya bersama rombongan usai pelantikan berlangsung.

Namun, dia enggan menanggapi terkait protes yang disampaikan warga yang menyebut dirinya sebagai PNS impor. “Mohon bantuan dan dukungan aja,” ujarnya sembari berlalu dan dikawal aparat.

Share this: