10 Tahun Lumpuh, Begini Kisah Boru Manalu Ini Setelah Bikin Surat Terbuka untuk Presiden

Share this:
Elferida, yang menderita kelumpuhan selama 10 tahun saat dirujuk ke RSUD Pandan.

TAPTENG, BENTENGTIMES.com – Ada harapan baru bagi Elferida Manalu (35), yang sudah 10 tahun mengalami kelumpuhan selama 10 tahun. Pasca ia memposting surat terbuka kepada Presiden Jokowi lewat Facebook terkait kelumpuhannya, akhirnya dia dirujuk ke RSU Pandan.

Sebelumnya, sempat viral di dunia maya, warga Desa Pahieme, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapteng ini menulis surat dalam status di akun Facebook-nya, yang meminta kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu pertobatannya. Karena, sejak awal sakit, belum ada perhatian dari pemerintah.

Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) DPD Tapteng Parningotan Purba pun langsung merespons postingan yang sudah viral ini. Dia langsung bergerak dan akhirnya Elferida kini dirawat di RSUD Pandan.

Ditemui di rumah RSU Pandan, Kamis (5/4), Parningotan mengatakan, setelah mendapat informasi dari Ketua DPW JPKP Sumut Trie Sitepu mengenai warga Tapteng yang butuh ukuran tangan pemerintah, dia langsung menyampaikan hal ini kepada Ketua DPC Sorkam Thompson Hutabarat, untuk mencari tahu tentang Elferida.

“Kita kan gak tahu dimana alamat pastinya. Yang kita tahu hanya nama desanya, Pahieme, Kecamatan Sorkam. Saya suruh Ketua DPC untuk mencari tahu keberadaannya agar Elferida memperoleh haknya sebagai warga negara. Apalagi dia warga kurang mampu,” kata Parningotan.

Masih kata Parningotan, yang saat itu didampingi Thompson mengatakan, setelah kediaman Elferida ditemukan, pihaknya kemudian koordinasi dengan puskesmas terdekat untuk segera merujuknya ke rumah sakit. Karena sakit yang diderita Elferida sudah tergolong parah.

“Akhirnya, setelah koordinasi dengan keluarga Elferida, pihak puskesmas mendatangkan ambulance dan merujuk saudari Elferida ke RSU Pandan. Kita ikut mendampingi sampai dia benar-benar ditangani dengan baik,” ungkapnya.

Bahkan, walau sudah berlangsung selama 10 tahun, hingga kini belum diketahui jenis penyakit yang dialami Elferida. Karena keterbatasan biaya, Selma ini Elferida tidak pernah menjalani perobatan serius.

Parningotan mengisahkan, bahwa awalnya Elferida kerja di Batam. Karena sakit, dia pun pulang ke Sorkam. Dari situlah awalnya sampai 12 tahun dia hanya terbaring di tempat tidur.

“Mau berobat serius, takut ga ada dana. Tapi syukurlah, sekarang sudah mendapat perawatan. Kita hanya memfasilitasi saja,” ujar Parningotan.

Dan, kondisi Elferida saat ini sangat memprihatinkan. Selain lunpuh, kedua kaki Elferida juga tampak menghitam, seperti bersisik, akibat tidak pernah terkena matahari.

“Awalnya hanya lumpuh saja. Karena tak pernah kena matahari, makanya makin parah. Mudah-mudahan bisa segera sehat kembali,” ujarnya lagi.

Share this: