Kompol Fahrizal Menyimpan Dendam Kesumat pada Adik Iparnya Karena Ini…

Share this:
detik.com
Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal tembak mati adik iparnya.

Tidak lama terdengar suara Jumingan melarang Fahrizal ‘jangan bang’. Namun Fahrizal berbalik arah dan seketika menarik pelatuk dan menembakkannya ke Jumingan.

Bruk!! Jumingan ambruk setelah diterjang peluru perwira polisi lulusan Akpol 2003 itu. Suasana di rumah itu pun menjadi tegang.

“Dia menghabiskan enam peluru. Satu proyektil kita temukan di TKP dan lima bersarang di tubuh korban, 3 di kepala dan 2 di bagian paha,” kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw.

Entah setan apa yang merasuki pikiran mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan itu. Dendam terhadap Jumingan menjadi alasan dirinya melakukan penembakan itu.

“Ini penyebabnya masih dalam pendalaman, tadi mengaku ke saya, dia melakukan itu karena marah, dendamlah,” kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw.

Permasalahan keluarga dinilai menjadi satu-satunya motif penembakan itu. Fahrizal kesal karena adik iparnya menelantarkan Heny.

“Karena (korban) menelantarkan adiknya, tidak memberikan nafkah, nggak kerja, nganggur,” imbuhnya.

Diduga, Fahrizal sudah merencanakan pembunuhan ini. “Kalau dilihat dari tembakan pistolnya itu seperti perencanaan, diduga perencanaannya,” kata Irjen Paulus.

Pukul 21.00 WIB, Fahrizal bersama ibunya mendatangi Maporlestabes Medan. Dia menyerahkan dirinya dan juga senjata apinya. Fahrizal kini mendekam di Mapolrestabes Medan. Dia kini dihadapkan dengan tuduhan serius, pembunuhan berencana yang harus dipertanggung jawabkannya.

“Saya kenakan (Pasal) 340 KUHP,” tegas Paulus.

Share this: