Masih Ada Daerah di Sumut Pakai Perda Dominasi Agama Tertentu

Share this:
BAGINDA GORBY SIREGAR-BMG
Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga BPIP, Prakoso saat berdialog dengan Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Kamis (11/11/2021).

Ketimpangan Antara Pantai Barat dan Timur Sumatera Utara

Pantauan lapangan, kunjungan tersebut disertai Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo, Direktur Jaringan Pembudayaan BPIP Irene Camelyn.

Juga hadir Perumus Indeks Aktualisasi Pancasila Martin Lukito. Juga beberapa perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik RI (BPS).

Sementara itu, Irene menyampaikan Sumatera Utara perlu penguatan sila ketiga, mengenai kesadaran menggunakan produk tradisional dan pelestarian kearifan lokal.

Untuk sila keempat, lanjut Irene, perlu kelibatan warga dalam ruang lingkup 18 tahun ke atas untuk terlibat dalam organisasi selain di tempat kerja maupun sekolah.

“Sila kelima juga butuh perhatian khusus, berupa perbaikan kesenjangan di berbagai daerah. Juga penguatan koperasi dan pengentasan kemiskinan,” imbuhnya.

Di lain pihak, Baskami menyampaikan, apresiasinya terhadap kunjungan BPIP. Menurutnya kunjungan tersebut menjadi wadah diskusi antara DPRD, BPIP dan Pemprov Sumut.

BacaWujudkan Herd Immunity Baskami Imbau Warga Tak Takut Divaksin

BacaDjarot Beber Sebab Bung Karno Menolak Disebut Pencipta Pancasila

Sumatera Utara perlu perhatian khusus dari pemerintah pusat mengenai infrastruktur. Menurutnya, ketimpangan terjadi akibat banyaknya jalan yang masih perlu diperbaiki.

“Kita melihat Pantai Barat Sumut ini tertinggal di beberapa aspek, termasuk masalah infrastruktur dibanding Pantai Timur. Saya kira inilah yang menyebabkan kesenjangan,” jelasnya.

Halaman Sebelumnya <<<

Share this: