Emenda: Jadi Peserta JKN-KIS Itu Tak Ada Ruginya

Share this:
PELITA MONALD GINTING-BMG
Emenda Sari br Kaban, peserta Program JKN-KIS saat menjaga anaknya yang sedang terbaring sakit di Rumah Sakit Amanda Berastagi, belum lama ini.

KARO, BENTENGTIMES.com– Peserta JKN-KIS ini tidak ada ruginya. Lewat program JKN-KIS ini, masyarakat bisa saling membantu terutama ketika sedang sakit,

“Kalau sakit kita dibantu. Kalau sehat, ya membantu. Jadi, peserta JKN-KIS ini tidak ada ruginya,” ucap Emenda Sari br Kaban (35), saat ditemui wartawan pada Selasa (29/10/2019) di Rumah Sakit Amanda Berastagi.

Emenda atau lebih akrab disapa dengan Nande Biring itu sudah dua hari menjaga sang putra yang terkena penyakit tifus. Wajahnya yang terlihat letih itu tiba-tiba berubah menjadi bersemangat tatkala diminta pendapatnya mengenai Program JKN-KIS. Bagaimana tidak, ternyata Emenda sekeluarga sudah pernah merasakan manfaat Program yang sudah hampir 5 tahun berdiri melayani negeri ini.

“Sangat bersyukur dengan adanya program ini. Sudah cukup sering lah keluarga kami dibantu. Tahun lalu, suami saya pernah dirawat karena sakit asma. Saya pun pernah beberapa kali berobat jalan menggunakan kartu ini. Dan sekarang, anak pertama saya yang dirawat karena tifus. Seandainya tidak ada JKN-KIS pasti kami hanya berobat tradisional saja atau bahkan tidak berobat sama sekali,” ungkap wanita yang sehari-hari berjualan buah di Pasar Kabanjahe ini.

BacaTenang Karena Ada JKN-KIS

Lebih lanjut Emenda juga menyampaikan bahwa selama mendapatkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan kartu JKN-KIS, ia dan keluarganya belum pernah pernah kecewa. Mulai dari perawatan, fasilitas, obat-obatan hingga pelayanan petugas kesehatannya pun cukup memuaskan.

“Puas lah kak. Selama kami berobat baik yang di puskesmas maupun di rumah sakit selalu mendapatkan pelayanan yang baik. Tempatnya bersih, obatnya bagus, perawatnya juga sering kontrol ke ruangan. Tidak ada keluhan,” ujar ibu dari dua orang anak ini.

Hal ini juga didukung dengan pernyataan polos putra Emenda, Ebrandi Sonata Sembiring (12). “Iya perawatnya ramah, sering nanyain udah makan belum. Tapi memang makanannya kurang enak. Ga suka bubur,” ucap siswa kelas 6 SD ini yang seketika mengundang tawa ibunya.

BacaKisah Teb, Melahirkan di Usia 51 Tahun, Lega Karena Biaya Persalinan Ditanggung JKN-KIS

Di akhir wawancara, Emenda berharap bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya Program JKN-KIS ini. “Saya tahu masih ada masyarakat yang enggan mendaftar karena merasa diberatkan dengan iuran. Padahal manfaatnya jauh lebih besar dari itu. Kalau rutin bayar tiap bulan ga terasa begitu berat kok. Toh, kalau memang tidak sakit pun, uangnya juga ga kemana. Jadi tabungan pahala kita di akhirat,” tutup Emenda.

Share this: