Persoalan Sepele Berujung Penganiayaan, Oknum Guru SD di Kabanjahe Terancam Dibui

Share this:
PELITA MONALD GINTING-BMG
Ulin Sinik beru Sinulingga, korban penganiayaan yang dilakukan rekan sejawatnya sesama guru di SD Negeri 040463 Desa Sumbul, Kecamatan Kabanjahe. 

KARO, BENTENGTIMES.com– Hubungan persahabatan sebagai sesama guru antara Riana beru Peranginangin (48) dengan Ulin Sinik beru Sinulingga (56) seketika putus hanya karena kesalahpahaman berkelanjutan. Tidak ada lagi saling memahami hingga berujung penganiayaan yang dialami Ulin Sinik beru Sinulingga. Kini, Riana beru Peranginangin harus berhadapan dengan aparat penegak hukum.

Segala persoalan hidup sebenarnya bisa dipecahkan dengan sangat sederhana, namun tidak demikian halnya antara Riana dan Ulin sehingga masalah yang sepele menjadi besar dan masalah yang seharusnya ringan menjadi masalah sesungguhnya. Ulin yang tidak terima dianiaya akhirnya membuat laporan pengaduan ke Polres Tanah Karo.

“Saya tidak terima diperlakukan begitu (dianiaya, red). Saya berharap aparat penegak hukum mengusutnya sampai tuntas,” ujar Ulin, sembari menunjukkan surat tanda terima laporan pengaduan (STTLP), Nomor:STTLP/454/VII/2019/Su/Res T.Karo, tertanggal 31 Juli 2019, kepada BENTENG TIMES, Selasa (2/9/2019).

Ulin mengisahkan, kasus penganiayaan yang dialaminya terjadi saat murid-murid sedang latihan drumband persiapan menyambut Dirgahayu HUT ke-74 RI, di Komplek SD Negeri 040463 Desa Sumbul, Kecamatan Kabanjahe, Karo, pada Rabu (31/7/2019), siang sekira pukul 12.00 WIB. Saat itu, Ulin mengaku sedang tidak enak badan karena terserang penyakit flu, sehingga dia menghela nafas. Ternyata, Riana yang pada saat itu berada persis di depannya tidak terima dia menghela nafas.

Guru kelas IV itu merasa tersinggung lalu mengumpat dengan kata-kata kotor kepada korban. Ulin pun merasa terhina, apalagi umpatan itu dilontarkan Riana di hadapan para peserta didik. Oleh rekannya sesama guru, Ulin diminta agar mengalah dan menjauhi Riana.

“Saya diminta agar tidak merespon dan masuk ke dalam ruangan kantor. Sementara, dia (Riana, red) pergi ke rumah dinas guru, tempatnya tinggal,” ujar Ulin.

BacaViral Kasus Penganiayaan Oknum Polisi dan Purpur Sage, Perdamaian ala Karo

BacaBegini Pengakuan Warga Terkait Keterlibatan Marlon Purba atas Penganiayaan Siliyana Manurung

Saat itu, Ulin mengira persoalan sudah selesai. Tapi ternyata tidak. Sebab tak beberapa lama kemudian, Riana kembali menemuinya di ruangan kantor sekolah.

“Dia (Riana, red) mengoceh. Emosinya memuncak, lalu menjambak rambut saya. Tangan kanan saya digigit sampai terluka,” beber Ulin.

Share this: