Benteng Times

Djarot Tempati Rumah Baru, Syamsul: Rumah Ini Bertuah, Semoga Kemenangan Terjadi Kembali

Djarot Syaiful Hidayat beserta istri, Happy Farida, menjamu para undangan yang hadir pada peresmian memasuki rumah barunya di Jalan Kartini Medan, Kamis (1/3/2018), yang ternyata adalah eks Kantor Tim Pemenangan Syampurno pada Pilgubsu 2008 lalu.

MEDAN, BENTENGTIMES.com – Mantan Gubernur Sumatera Utara Datok Sri Syamsul Arifin tidak menyangka jika Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat menempati rumah baru di bekas kantornya dulu.

“Saya terkejut, ternyata rumah baru Djarot ini dulunya dipakai sebagai kantor Tim Pemenangan Syampurno (Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho) sewaktu Pilgubsu tahun 2008,” ucap Syamsul saat menghadiri syukuran Djarot memasuki rumah baru di Jalan Kartini Medan, Kamis (1/3/2018).

Syamsul Arifin pun mengaku bahwa rumah tersebut memiliki arti tersendiri baginya.

“Rumah ini bertuah. Syamsul-Gatot dulu menang dalam Pilgubsu 2008. Semoga sejarah kemenangan disini akan kembali terulang pada Pilgubsu 2018 ini,” tandas Syamsul.

Mantan Gubernur Sumatera Utara Datok Sri Syamsul Arifin menyapa para undangan pada acara peresmian memasuki rumah baru Djarot Syaiful Hidayat. Dan, ternyata rumah itu adalah eks Kantor Tim Pemenangan Syampurno pada Pilgubsu 2008 lalu.

Diketahui, Djarot Saiful Hidayat sebelum menempati rumah baru menginap di hotel atau menumpang di rumah kerabatnya saat berada di Medan untuk kepentingan pencalonannya di Pilgubsu 2018.

Terhitung Kamis (1/3/2018), Djarot bersama keluarganya resmi menempati rumah baru di Jalan Kartini Nomor 6, Lingkungan X, Kelurahan Madras Hulu, Medan Polonia, tidak jauh dari kantor Gubernur Sumatera Utara.

Hadir dalam syukuran penempatan rumah baru tersebut sejumlah tokoh masyarakat Sumut, para alim ulama, ribuan masyarakat dari berbagai suku dan etnis yang silih berganti datang sejak pagi hingga berita ini diturunkan.

Sementara, Djarot yang maju sebagai Calon Gubernur bersama Sihar Sitorus mengatakan bahwa dia memilih mengontrak rumah agar tidak tinggal di hotel. Djarot yang maju diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengatakan bahwa rumah tersebut adalah rumah hunian dan bukan posko pemenang.

“Sebelumnya di Blitar juga demikian. Saya tidak punya rumah, tetapi saya mengontrak rumah. Setelah terpilih menjadi walikota, maka saya menempati rumah dinas, hingga dua periode saya baru membangun rumah,” jelasnya Kamis (1/3/2018).

Djarot menambahkan bahwa rumah baru tersebut nantinya akan menjadi kediamannya bersama keluarga. Di sela sela acara syukuran rumah hunian tersebut, Djarot mengatakan bahwa dengan tinggal di Medan dia dapat menyatu dengan seluruh masyarakat Sumut.

“Dan mewakafkan diri untuk maju berjuang membangun masyarakat Sumut. Karena sangat peduli dengan kondisi Sumut saat ini,” ujarnya.

Exit mobile version