Benteng Times

Ini Fakta-fakta Tentang Stadion Luzhniki, Tempat Final Piala Dunia 2018

Bangunan Stadion Luzhniki pada masa lalu, yang kini akan menjadi tempat partai puncak Piala Dunia Rusia 2018.

RUSIA, BENTENGTIMES.com – Pagelaran Piala Dunia tinggal menyisakan 2 laga, yakni perebutan juara ketiga dan partai puncak yang mempertemukan Kroasia dan Prancis, yang berlangsung Minggu (15/7/2018).

Laga puncak ditambah upacara penutupan di akhir pekan ini mengambil tempat di Luzhniki Stadium Moskow, stadion terbaik dan termegah milik tuan rumah Rusia. Final tersebut menggenapkan masa tugas arena berusia 55 tahun tersebut menjadi tujuh pertandingan.

Namun, sebenarnya banyak cerita unik yang tersimpan mengiringi masa-masa stadion tersebut mulai dari masa Uni Soviet hingga ‘diwariskan’ ke Rusia kini. Berikut ini lima fakta menarik tentang Stadion Luzhniki seperti dihimpun dari berbagai sumber.

1. Berkaitan erat dengan padang rumput.

Apa kaitan padang rumput dengan stadion sepak bola? Alkisah pada tahun 1954, para arsitek dan insinyur yang ditunjuk oleh pemerintah berkumpul di lokasi tempat bakal stadion yang berada tepat di pinggir Sungai Moskow.

Nah, area tersebut dulunya adalah padang rumput cukup luas serta terletak dekat pusat kota. Alhasil, mereka punya banyak ruang tersisa untuk merancang jalur transportasi.

Entah tak ingin banyak berpikir atau mencari nama mudah diingat, Luzhniki yang jika diartikan kurang lebih adalah “padang rumput” pun terpilih dengan suara bulat.

2. Pembangunannya tak lepas dari motif politik Uni Soviet era 1950-an waktu itu.

Uni Soviet waktu itu sedang gencar-gencarnya beradu siapa yang paling unggul melawan Amerika Serikat. Segala bidang pun jadi arena pertarungan, termasuk olahraga. Olimpiade Helsinki 1952 jadi ajang pertama atlet-atlet utusan negeri Tirai Besi itu untuk unjuk gigi.

Di luar dugaan, mereka berhasil menempati peringkat kedua perolehan medali dengan 22 emas.

Meningkatnya minat menjadi atlet di seluruh negeri membuat pemerintah memutuskan untuk membangun kompleks pelatihan berskala raksasa nan lengkap serta bertaraf internasional. Tujuan lain? Tentu saja untuk menyaingi pencapaian negara-negara Blok Barat.

3. Bahan baku pembangunan stadion datang dari seluruh Uni Soviet.

Yang unik, bahan baku untuk pembangunan stadion didatangkan dari seluruh penjuru wilayah Uni Soviet yang waktu itu terdiri dari puluhan republik federasi.

Bahan untuk dinding berasal dari kota Saint Petersburg (Waktu itu Leningrad) dan Armenia, listrik dan balok kayu ek untuk bangku penonton dari Ukraina, perabot pelengkap dari Latvia dan Lithuania, kaca diangkut dari Belorusia, peralatan kelistrikan dibuat oleh pabrik Podolsk di kota Moskow, kemudian kayu larch yang dikenal tahan lama dikirim langsung dari Irkutsk, Siberia. Intinya, dari barat dan timur hingga utara ke selatan.

4. Pernah menampung lebih dari 100 ribu penonton.

Usai proses pembangunan selama 450 hari, Stadion Sentral Luzhniki diresmikan pada 31 Juli 1956 dengan kapasitas mencapai 100 penonton. Namun rekor jumlah penonton terbanyak ternyata pernah dipecahkan.

Pada tanggal 13 Oktober 1963, sebanyak 102.358 orang menyesaki seluruh sudut tribun untuk melihat timnas Uni Soviet berlaga melawan Italia di babak penyisihan pertama Piala Eropa 1964.

5. Dua kali mengalami renovasi.

Seiring berjalannya waktu, renovasi dilakukan mengingat usia stadion yang menua. Pertama dilakukan pada tahun 1991 yang mencakup pemasangan atap, serta perbaikan tempat duduk. Imbasnya, kapasitas berkurang drastis menjadi 81 ribu orang.

Peremajaan untuk kali kedua dilakukan pada 2013 lalu atau saat Rusia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia. Kali ini, perubahan besar-besaran dilakukan. Trek atletik dihilangkan serta penambahan tribun atas.

Alhasil Luzhniki kini menjadi stadion khusus sepak bola dengan kemampuan tampung mencapai 78.011 penonton.

Exit mobile version