Benteng Times

Menko Airlangga: Medan dan Mandailing Natal Sudah PPKM Level 3

Menko Airlangga Hartarto didampingi Gubernur Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur Musa Rajekshah, dan Walikota Medan Bobby Nasution, usai memimpin rapat koordinasi di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Jalan Sudirman Medan, Kamis (9/9/2021). 

MEDAN, BENTENGTIMES.com– Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, level penerapan pembatasan kegiatan masyarakat di Kota Medan, sudah turun. Saat ini, tidak lagi berada di level 4 seperti sebelumnya.

”Medan sudah level 3,” ujar Airlangga, usai memimpin rapat koordinasi di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Jalan Sudirman Medan, Kamis (9/9/2021).

Hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur Musa Rajekshah, dan pimpinan FKPD Provinsi Sumut, serta Walikota Medan Bobby Nasution.

Namun, walau sudah turun ke level 3, menurut Airlangga, masih ada catatan untuk Kota Medan terkait kasus aktif.

”Karena di flag kasus aktifnya menggantung, masih banyak,” kata Airlangga, yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar itu.

BacaEdy Tegur Gubernur Riau: Ini Sedang Mewabah, Tak Boleh Salah Menyalahkan

BacaIni 22 Daerah di Sumut Masuk Zona Kuning Covid-19, Siantar Tidak Termasuk

Status PPKM Kota Medan, lanjut Airlangga, sama dengan Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Meski berada di PPKM level 3, ada yang masing menggantung.

”Madina juga ada di flag, data kematian yang naik,” sebut Airlangga.

Halaman Selanjutnya..

Apresiasi Kinerja Pemprov Sumut

Apresiasi Kinerja Pemprov Sumut

Pada kesempatan itu, Airlangga juga mengapresiasi kinerja Pemprov Sumut bersama FKPD dalam upaya menekan penurunan kasus. Termasuk di Kota Medan.

Walikota Medan Bobby Nasution mengatakan, tren pasien Covid-19 telah mengalami penurunan. Meski begitu, Bobby mengaku tetap akan melakukan perbaikan.

BacaLacak Varian Delta, 10 Daerah Termasuk Sumut Diminta Gencar Lakukan 3T

BacaPerpanjangan PPKM Mikro, Kapolda Sumut: Ketaatan Masyarakat Kunci Keberhasilan Menekan Penyebaran Covid-19

Dia mengungkapkan, testing di Kota Medan ditargetkan akan dilakukan lebih banyak lagi dan akan terus dipantau, termasuk yang melakukan secara mandiri. Karena, rata-rata testing yang dilakukan secara mandiri dilakukan oleh para pelaku perjalanan, namun hasilnya tidak dilaporkan.

“Kami akan terus masifkan lagi terkait testing dan tracing,” pungkas Bobby.

Exit mobile version