Benteng Times

Instalasi Pengelolaan Air Limbah Parapat Dibangun: Cegah Pencemaran Danau Toba

Kota Wisata Parapat di Danau Toba

JAKARTA, BENTENGTIMES.com – Upaya untuk mencegah pencemaran Danau Toba terus dilakukan, salah satunya adalah membangun instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Seperti yang saat ini sedang berlangsung di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, dimana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun IPAL yang juga akan terkoneksi sampai ke Ajibata, Kabupaten Toba.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, IPAL tersebut akan rampung pada akhir kuartal III/2021. Pembangunan IPAL tersebut akan mencegah pencemaran air di Danau Toba. Hal tersebut dinilai penting lantaran Danau Toba telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP).

“Pembangunan infrastruktur setiap DPSP direncanakan secara terpadu aik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui rencana induk pembangunan infrastruktur,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (23/1/2021).

Sejauh ini, proses konstruksi IPAL Parapat telah mencapai 15 persen. Adapun paket proyek konstruksi tersebut telah dimulai pada September 2020 dan diprediksi rampung pada September 2021.

Pemerintah mengeluarkan dana sekitar Rp59,42 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Adapun, PT Hotomo Mandala Perkasa menjadi penanggung jawab proyek tersebut.

Jaringan IPAL Parapat dibangun mulai dari Jalan Sisingamaraja Terminal Sosor Saba dan Jalan Anggarajim. Setelah itu, IPAL Parapat masuk ke IPAL Pantai Bebas.

Baca: Luhut Panjaitan Bertemu Bupati Terpilih se-Kawasan Danau Toba, Ini yang Dibahas

Baca: Berkeliling di Danau Toba dengan Live Music di Atas Kapal, Ayo Ikut VAS Toba Lake Tour

Hasil pemrosesan IPAL Parapat akan diproses di bantaran area Sijambur Ajibata. Tepatnya, lokasi pemrosesan akan berdekatan dengan kolam fakultatif, maturasi, dan bak pengering lumpur.

Pembangunan IPAL Parapat dibagi menjadi dua paket, yakni paket pembangunan perpipaan air limbah rea wisata dan rehabilitasi pembuatan bak penampungan di Ajibata, Toba.

Baca: Aktivis Lingkungan dari Yayasan Pecinta Danau Toba Sebastian Hutabarat Ditangkap

Baca: Menanamkan Kesadaran dan Peduli Lingkungan Sejak Dini Bersama FKIP Darma Agung

Basuki berharap pembangunan IPAL Parapat dapat limbah air hasil rumah tangga dan perhotelan tidak lagi mencemari Danau Toba. Menurutnya, jaringan IPAL sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan perhotelan, khususnya di pinggir Danau Toba.

“Diharapkan pariwisata Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara semakin diminati wisatawan lokal maupun mancanegara,” ucapnya.

Exit mobile version