Kisruh Sistem Zonasi PPDB: Puluhan Siswa Menangis Memperjuangkan Haknya

Share this:
BMG-ERIANTO PERANGIN-ANGIN
Aksi unjukrasa puluhan siswa yang merasa ada kecurangan pada sistem zonasi PPDB SMA.

KARO, BENTENGTIMES.com – Penerimaan Peserta DIdik Baru (PPDB) 2020 di SMAN 1 dan SMAN 2 Kabanjahe, Kabupaten Karo menuai kritikan dan kecaman dari orangtua siswa dan siswa yang menuntut agar bisa masuk ke sekolah tersebut karena masih masuk zonasi. Karena merasa hak mereka dirampas, mereka datang menyuarakan kekecewaan ke Gedung DPRD Karo Jalan Veteran, Kecamatan Kabanjahe, Rabu (8/7/2020).

Diketahui bahwa kehadiran mereka ini sudah beberapa kali, namun belum mendapatkan kepastian. Para pelajar yang jumlahnya sekitar 50 orang tersebut mengaku berdomisili tidak jauh dari lokasi sekolah yang hanya ratusan meter, namun tidak lolos melalui jalur zonasi.

BACA: Anggota DPRD Ini Bilang Ada Kejanggalan Sistem Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru

Salah seorang pelajar yang tidak lolos melalui jalur zonasi bernama Sandriani br Ginting menyesalkan perlakuan ini. Dia mengatakan ada banyak calon siswa yang jarak rumahnya jauh dari sekolah namun bisa lulus di SMAN 2 Kabanjahe.

“Kenapa kami yang begitu dekat ke sekolah tidak lulus melalui jalur zonasi, sedangkan rumah saya hanya berjarak 1 kilometer ke sekolah. Bagaimana kami tidak kecewa, ini tidak adil bagi kami. Kenapa orang yang lebih jauh rumahnya ke sekolah malah dapat melalui jalur yang sama hanya karena penerbitan surat domisili yang lebih dekat. Diduga surat domisili ini dibuat untuk meloloskan siswa tersebut mendaftar di sekolah tersebut ini jelas-jelas tidak adil,” teriaknya sambil menangis histeris di tengah kerumunan di kantor DPRD Karo.

Hal yang sama disampaikan Tiara Enjelita br Sembiring yang rumahnya di Simpang Enam Kabanjahe yang masih masuk dalam zonasi.

“Pendaftaran tinggal satu hari lagi. Bagaimana lagi kami mendaftar, sementara tuntutan kami dalam hal zonasi belum juga kelar dari kemarin. Kami hanya diberi janji penambahan lokal yang tidak juga ditepati,” ujarnya berurai air mata.

Aspirasi para pelajar ini diterima Wakil Ketua Komisi A DPRD Karo Onasis Sitepu dan David Kristian Sitepu. Namun mereka mengaku tidak punya wewenang untuk mengambil keputusan. Namun pihaknya sudah memanggil pihak Dinas Pendidikan Sumatera Utara, namun belum ada keputusan.

BACA: Lyodra Idol Disambut Lagu Mbiring Manggis Saat Kembali ke Sekolah

“Kita harus memberikan waktu kepada mereka mereka untuk bekerja,” ujar Onasis kepada pelajar.

Mendengar jawaban tersebut, para pelajar merasa kecewa dan terus berteriak menuntut agar hari itu juga harus selesai dibahas.

Salah satu orangtua siswa, K Ginting mengatakan bahwa terindikasi ada kecurangan pada pelaksanaan sistem zonasi ini dan berharap ini diselesaikan dan dituntaskan dan membongkar semua kecurangan karena sudah ada pemalsuan data.

“Gugurkan mereka, masukkan anak kami ke sekolah itu, karena kami merasa hak kami dirampas,” ucapnya.

Saat BENTENGTIMES menghubungi Wakil Ketua Komisi A Onasis Sitepu, dia malah mengatakan bahwa dirinya sudah mengimbau dan menyarankan agar orangtua mendaftarkan anaknya di SMAN yang masih membuka pendaftaran, seperti SMAN Barusjahe, SMAN Simpang Empat, SMAN Kutabuluh dan lainnya yang masih bisa menampung sekitar 260 an siswa, mengingat Kamis adalah hari terakhir pendaftaran.

“Kita juga menerima kabar bahwa sekolah sekolah SMA swasta pun sudah hampir penuh, yang mungkin belum penuh salah satunya Yayasan SMA Bersama,” ujarnya.

BACA: Miris, Puluhan Murid SD di Karo Hisap Rokok Elektrik di Sekolah

Ditanya adanya indikasi kecurangan dan pengadaan domisili, Onasis mengatakan agar para orangtua siswa yang mempunyai data adanya indikasi kecurangan atau pembuatan domisili , agar datanya diserahka agar dia meminta camat untuk memverifikasi.

Share this: