Lansia Protes karena Tak Terdata sebagai Penerima BLT, Kepala Desa: Minta Sama Jokowi

Share this:
BMG-ERIANTO PERANGIN-ANGIN
Puluhan lansia mengadu ke BPD karena mereka tidak terdaftar sebagai penerima BLT Dana Desa.

KARO, BENTENGTIMES.com – Tidak terdata sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), puluhan warga lanjut usia (lansia) mendatangi kantor Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Suka Babo, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Jumat (19/6/2020) sekitar pukul 19.00 WIB malam.

BACA: Bupati Karo Launching BLT Dana Desa

Kedatangan puluhan lansia tersebut bermaksud mempertanyakan perihal penyaluran BLT DD yang tercatat hanya terdaftar untuk 4 kepala keluarga. Di hadapan pengurus BPD Desa Suka Babo, puluhan lansia tampak memprotes dan mempertanyakan perihal alasan apa sehinga mereka tidak terdaftar sebagai penerima manfaat dan kenapa hanya ada 4 kepala keluarga yang menerima dan telah direalisasikan oleh pemerintah desa.

Mendengar pertanyaan puluhan lansia tersebut, Ketua BPD Heripin Sembiring beserta pengurus lainnya mengatakan bahwa pada saat musyawarah desa saat itu, dia dan rekan-rekan anggota BPD lainnya belum menerima SK dan belum dilantik sebagai BPD.

Namun, terkait hal ini, dirinya sudah mempertanyakannya kepada kepala desa. Namun kepala desa hanya menjelaskan data penerima manfaat BLT Dana Desa sudah berdasarkan hasil musyawarah desa khusus (musdesus).

“Jujur saja, saya juga sangat merasa aneh, karena setau saya terkait masalah pendataan awalnya sudah didata oleh para relawan Satgas Covid-19, namun ternyata data yang diserahkan sebelumnya kepada pemerintah desa dikerucutkan dan menetapkan 4 KK yang berhak menerima BLT, dengan alasan mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh pemeritah pusat yang kala itu terdiri dari 14 poin kriteria penerima. Karenanya, kepala desa beralasan kebijakan yang diputuskan bersama saat musdesus tersebut sudah mengikuti peraturan yang telah ditetapkan,” papar Ketua BPD.

Di hadapan para pengurus BPD Desa Suka Babo, salah seorang lansia, R br Sembiring (78) mengungkapkan kekecewaannya. “Kami yang hadir ini berharap kepada pihak pemerintah desa melalui BPD agar kami juga didaftarkan sebagai penerima BLT Dana Desa, karna kami belum ada menerima bantuan dari manapun, baik itu BST, PKH maupun bantuan sembako dari provinsi. Malahan, 1 masker pun tak ada yang memberikan,” ungkap nenek ini dengan mata berkaca-kaca.

BACA: Bantuan Legislator Nasdem Berupa Sembako dan Masker Untuk Lansia di Dairi

Menurut penuturan puluhan lansia kepada awak media, hal itu sudah pernah dipertanyakan kepada kepala desa.

“Namun setiap bertanya kenapa mereka tidak dapat bantuan BLT Dana Desa, pihak kepala desa hanya menjawab ‘minta sama Jokowi’. Itu kata kades kepada kami. Dimana arti dari sila kedua Pancasila kemanusiaan yang adil dan beradab,” ungkap warga kesal.

Share this: