Benteng Times

Target 2019, Satu Dusun Satu Kampung KB

dr Ria Nofida Telaumbanua, Kadis PP dan KB Sumut, sedang menggendong seorang balita di samping mobil branding 'Ayo KB, 2 Anak Lebih Baik', belum lama ini.

MEDAN, BENTENGTIMES.com– Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) akan memaksimalkan program kampung KB. Target Tahun 2019, satu dusun memiliki satu kampung KB.

“Saat ini sudah ada 429 kampung KB di seluruh kabupaten/kota di Sumut. Meski masih ada beberapa kecamatan lagi yang belum memiliki Kampung KB tapi kita optimis dalam tahun ini akan bertambah terus kampung KB hingga target tercapai,” kata dr Ria Nofida Telaumbanua, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sumut, Rabu (1/8/2018).

Ria merinci, Kabupaten Madina sendiri sudah memiliki 23 kampung KB, Tapsel 14, Nias 10, Tapteng 21, Taput 14 kecamatan sudah kampung KB dan masih ada satu kecamatan lagi yang belum ada.

Selanjutnya, Tobasa 16 kampung KB, Asahan 25, Simalungun 11, Dairi 15, Karo 17, Langkat 23 kecamatan telah memiliki Kampung KB.

Kemudian Nisel merupakan kabupaten yang terbanyak memiliki kampung KB dengan jumlah 28 kecamatan. Sementara, 7 kecamatan belum ada.

Selanjutnya Humbahas terdapat 11 kampung KB, Pakpak Bharat 8, Samosir 9, Sergei 17 dan Batubara 7, Paluta 12, Palas 11, Labusel 6, Labura 8 Nias Utara 12, Nias Barat 8, Sibolga 4, Tanjungbalai 6, Pematangsiantar 8, Tebingtinggi 5, Medan 21 kampung KB, Binjai 5, Padangsidimpuan 6 dan Gunung Sitoli 6.

“Kampung KB ini sangat efektif. Karena dari sini kita memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat dua anak itu lebih baik,” pungkasnya.

Disebutkan Ria bahwa ini juga merupakan nawacita dari Presiden RI Joko Widodo agar seluruh dusun dan desa tertinggal bisa mengentaskan kemiskinan.

“Semuanya kita mulai dari Kampung KB ini. Karena ini merupakan lintas sektor juga. Makanya, kita lebih fokuskan kepada daerah-daerah termiskin, terluar dan daerah yang jumlah anaknya cukup banyak,” ujar mantan Dirut RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar ini.

Pihaknya juga melanjutkan bahwa rata-rata jumlah tingkat kelahiran anak di Sumatera Utara sendiri berada pada angka 2,9 dari lima tahun sebelumnya di angka 3,1.

“Hanya turun 0,02 persen saja. Sementara angka nasionalnya 2,4. Kita lebih tinggi dari nasional,” kata Ria.

Ke depan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sumut sendiri akan terus bersosialisasi dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya KB, memakai alat kontrasepsi dan lain sebagainnya.

“Termasuk menyosialisasikan agar tidak menikah dini. Ini kita akan terus ke lapangan. Seperti di Medan saja baru-baru ini masih saya temukan wanita usia 36, tapi anaknya sudah 12. Suaminya bawa betor. Ini kan perlu mendapat pemahaman agar ia bisa paham soal pengendalian penduduk,” tandasnya.

Exit mobile version