Benteng Times

Pedagang Pekan Meranti pada Djarot: Tetap Semangat Pak, Kami Mendukungmu

Djarot membeli buah saat mengunjungi Pekan Meranti di Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, Selasa (5/6/2018) pagi.

ASAHAN, BENTENGTIMES.com – Suasana pasar pekan Meranti, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, Selasa (5/6/2018) pagi, mendadak heboh atas kedatangan H Djarot Saiful Hidayat. Para pedagang dan pengunjung pasar sama sekali tidak menduga jika diantara mereka ternyata ada sosok fenomenal yang mereka jagokan di pemilihan Gubernur Sumatera Utara 27 Juni 2018 mendatang.

Amatan BENTENGTIMES.com, beragam reaksi warga saat melihat idolanya ada di depan mata. Ada yang langsung nyerocos dan menjulurkan tangan mengajak doi salaman. Ada lagi yang malu-malu tapi mau. Ada lagi yang histeris. Dan, macam-macam.

(BACA: Djarot: Jika Pasar Nyaman, akan Mampu Tingkatkan Perputaran Ekonomi)

“Eh, ada Djarot,” sapa seorang ibu-ibu yang ketepatan sedang berbelanja di pekan Meranti dan menjulurkan tangannya.

“Tetap semangat ya pak, kami mendukungmu,” ujarnya sambil menentang keranjang belanja dan berlalu.

“Berapa kali Gubernur kita masuk penjara? Ah… Kalau kali ini Pak Djarotlah,” kata pengunjung lain penuh semangat. “Ini dia bu…,” kata ibu di sebelahnya sambil memamerkan kaos DJOSS yang ia kenakan.

Lalu, pengunjung lain ada yang merogoh handphonenya dan langsung menghubungi seseorang. “Pak Djarot ini di Pekan Meranti, kemari cepat,” timpal pengunjung lewat handphone ke rekannya di seberang.

(BACA: Ke Pasar Lintong Ni Huta, Ibu-ibu Terkagum-kagum pada Sihar Sitorus)

Sementara seorang pedagang ikan mengaku grogi saat Djarot menghampiri lapak dagangannya. Saat itu Djarot mengajak pedagang ikan bernama Samar Purba, berdialog. Kepada Djarot, Samar menyebutkan jika ikan nila dagangannya dipasok dari Danau Toba.

“Iki iwak dari Danau Toba,” ujar Samar Purba, yang fasih berbahasa Jawa dan Batak ini.

“Ya nomor dua, aman itu. Djarot, wes wayae,” ujar Samar Purba. “Jelaslah pak, kami pilih nomor dua. Ayo pilih Djarot, pilih Djarot, biar diperhatikan kita pedagang ini,” timpal Boru Simarmata, istrinya.

Dari kejauhan, seorang abang becak berusaha menerobos warga yang sedang mengerumuni Djarot Saiful Hidayat. “Halo Pak Djarot.. Pak Djarot, halo,” pekik parbecak itu penuh semangat.

“Halo pak, menang kita. Kami pilih bapak,” ujar abang becak sembari mengusap keringatnya usai berjabat tangan dengan pemimpin sarat pengalaman ini.

Sebetulnya, sambung abang becak yang belakangan mengaku bernama Yono ini, mau siapa pun gubernur nanti, kalau dia tetap akan berprofesi sebagai abang becak. Tapi Yono tertarik dengan program DJOSS (Djarot-Sihar), karena program KSP (Kartu Sumut Pintar), KSS (Kartu Sumut Sehat) dan KSKS (Kartu Sumut Keluarga Sejahtera).

(BACA: Pedagang Pasar Sentral Mengadu pada Djarot: Di Sini Banyak Pungli)

“Saya punya anak, saya ingin mereka tetap sekolah,” ujarnya.

Dengan KSP, semangatnya kembali. Ia tak lagi khawatir anaknya putus sekolah karena DJOSS hadir lewat program KSP-nya. Dia juga tak khawatir lagi bila istrinya bersalin di rumah sakit, karena ada program KSS untuk menalangi biayanya.

‘Sebagai masyarakat kecil, sangat berharap DJOSS menang,” ujarnya.

Meski demikian, ada juga yang nyinyir. “Ngapain kalo cuma lewat, borong lah,” celetuk pedagang parfum yang menggelar dagangannya di teras rumah warga.

Amatan BENTENGTIMES.com, Djarot membeli jeruk dan buah-buahan lainnya. Warga silih berganti menyalami Calon Gubernur Sumut nomor urut 2 ini dan mengajak berswata foto lewat handphone masing-masing.

Exit mobile version