Wow, Biaya Sewa Heli Polda Pembawa Pengantin Sebesar Rp120 Juta

Share this:
rmol
Wakapolda Sumut Brigjend Agus Andrianto member keterangan pers terkait helikopter polda yang digunakan membawa pengantin di Kota Pematangsiantar.

MEDAN, BENTENGTIMES.com – Pihak keluarga pengantin yang memakai heli milik Polda Sumut pada rangkaian resepsi pernikahan di Pematangsiantar ternyata menyewa heli tersebut dengan harga fantastis. Angka sewanya mencapai Rp120 juta yang diserahkan oleh pihak keluarga kepada broker.

Hal ini disampaikan Wakapolda Sumut Brigjend Agus Andrianto terkait hasil lanjutan penyelidikan helikopter polda yang digunakan membawa pengantin di Kota Pematangsiantar.

Agus menyebutkan, awalnya pihak keluarga mempelai pria menghubungi broker untuk mencarikan helikopter komersil. Namun saat mendekati hari H, helikopter itu rusak, sehingga keluarga menuntut kepada broker untuk tetap menyediakan heli. Sebab, keluarga sudah menyerahkan uang sebesar Rp120 juta ke broker untuk mencarikan helikopter.

Broker yang disebut-sebut bertugas sebagai Ground Handling di Bandara Kualanamu, kemudian menghubungi seseorang berinisial A. Kemudian A menghubungi co-pilot atas nama Iptu Wiwit Budianto.

“Pada saat disampaikan kepada pilotnya ada kejadian seperti itu, co pilot bertanya, kira-kira pilot mau bantu gak? Pilot memutuskan mau membantu,” katanya, Senin (5/2/2018).

Meski sudah menyebut besaran uang yang diduga untuk penyediaan helikopter tersebut, namun Agus enggan membeberkan detail aliran uang tersebut. Hal ini menurutnya menjadi bagian penyelidikan internal yang masih terus mereka lakukan. Hanya saja, ia memastikan tidak ada keterlibatan Polda Sumut dalam kejadian ini.

Dia mengungkapkan, pemakaian heli untuk mengangkut pengantin dalam tanggung jawab pilot. Sebab, saat heli itu berangkat dari Medan, Kepala Biro Operasi Polda Sumut sempat menghubungi pilot. Namun pilot sama sekali tidak memberikan jawaban.

“Itu adalah tanggung jawab pribadi dari yang bersangkutan. Saat ini, begitu terbuka, tidak akan mau anggota dijadikan korban begitu saja. Kalau memang ada perintah, pasti anggota akan menyampaikan ada perintah. Kalau tidak ada perintah, maka dia bertanggung jawab secara pribadi,” pungkas Agus.

Untuk diketahui, helikopter itu dipiloti oleh Iptu Togu bersama co pilot Iptu Wiwit Budianto. Keduanya merupakan petugas BKO dari Mabes Polri. Kasus itu juga sudah diserahkan ke Mabes Polri untuk penyelidikan lebih lanjut.

Share this: