Benteng Times

Wagubsu: Dibawa Pisang, Tapi di Dalam Narkoba

Wagubsu Brigjen TNI (Purn) Dr Hj Nurhajizah Marpaung berfoto bersama Forkopimda Sibolga-Tapteng, saat melaksanakan kunjungan kerjam ke daerah tersebut.

TAPTENG, BENTENGTIMES.com – Wakil Gubernur Sumatera Utara Brigjen TNI (Purn) Dr Hj Nurhajizah Marpaung berharap agar polisi dan TNI benar-benar membersihkan narkoba di Tapteng dan tak memberi ruang beredarnya barang haram tersebut.

Wagubsu mengaku sangat prihatin karena peredaran narkoba yang terjadi saat ini telah menyasar ke segala kalangan, baik pelajar SMA, SMP bahkan murid SD.

“Jadi, anak-anak itu, yang SMA, SMP, SD pun, ada yang kena narkoba. Kita kini di ambang batas,” ujar Wagubsu dalam kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Tapteng, akhir pekan lalu.

Karenanya, dia meminta agar aparat penegak hukum, khususnya di Tapteng, tidak memberikan ruang gerak untuk peredaran narkoba.

Dikatakan, selama ini kadang ada anak yang keluar dari penjara tapi tidak berubah jadi baik, malah mengulangi perbuatannya karena adanya bandar narkoba yang menanti dengan menyuguhkan uang untuk mengedarkan barang haram tersebut.

“Jadi, pintunya tutuplah, Pak Kapolres. Kadang mereka keluar dari dalam (penjara) sudah ada bandar yang menyuguhkan uang kepada mereka. Dikasih 5 juta. Karena terkadang mereka takut mau pulang ke rumah,” kata Nurhajizah.

Selain narkoba, Brigjen TNI (Purn) Nurhazizah Marpaung juga meminta agar praktik trafficking tidak terjadi di Tapteng. Dan, kepada kepala desa, diminta tidak melakukan manipulasi data usia anak hanya demi kepentingan tertentu.

“Pak Kapolres, kunci trafficking. Dan kepada kepala desa, jangan tambah-tambahin umurnya. Kalau ada kepala desa yang mengganti-ganti umur, bisa diganti,” tegasnya.

Selain polisi, Wagubsu juga meminta peran TNI AU untuk memaksimalkan pengawasan tidak beredarnya narkoba di Tapteng melalui bandara.

“Jadi, Bapak Angkatan Udara, saya juga menaruh harapan sama Bapak. Bandara sudah bagus, kerja samalah Bapak dengan Pak Kapolres, forkopimda, bupati. Kunci (awasi) bandara, kadang dibawa pisang, tapi di dalam narkoba,” ujarnya.

Exit mobile version