Benteng Times

Jasad Ayah dan Anak yang Terseret Arus Sungai Ditemukan

Tim Basarnas, BPBD Asahan dan warga mengevakuasi jasad Mohardi dari Sungai Silau, Minggu (18/2/2018).

ASAHAN, BENTENGTIMES.com – Mohardi (40) dan anaknya Amril Eko Syahputra (10) yang sempat hilang terseret arus Sungai Silau akhirnya ditemukan. Namun, keduanya sudah tak bernyawa.

Informasi dihimpun, yang pertama kali ditemukan adalah jasad Amril, Sabtu (17/2) pukul 19.00 malam. Jasad Amril terlihat mengambang di pinggiran sungai di sekitaran Jalan Garuda, Kelurahan Siumbut Umbut, sekitar 3 km dari lokasi hanyut.

Dan, pada Minggu (18/2) sekira pukul 07.25 WIB, warga kembali menemukan jasad Mohardi tersangkut di pinggir sungai di Desa Sei Kamah, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan. Penemuan Mohardi berjarak sekitar 6 km dari penemuan Amril.

Kapolsek Kisaran Kota Iptu Rianto yang dikonfirmasi, Minggu (18/2/2018) mengatakan bahwa begitu ditemukan, jasad tersebut langsung dikebumikan.

Jasad Amril yang ditemukan Sabtu malam, langsung dikebumikan malam itu juga. Begitu juga jasad Mohardi yang ditemukan Minggu pagi, langsung dikebumikan pagi itu juga.

Sementara, Koordinator Basarnas Asahan-Tanjung Balai Irfanta Sembiring menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati bila ingin berliburan di pinggiran Sungai Silau karena sangat deras.

Sebelumnya, diketahui bahwa keluarga Mohardi berencana berlibur di Sungai Silau yang berada di Jalan Gambus, Kelurahan Sendang Sari, Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Jumat (16/2/2018).

Namun, Amril yang baru saja masuk ke sungai langsung terbawa arus. Padahal, ayah dan ibunya masih mempersiapkan kebutuhan piknik mereka. Sontak Mohardi melompat untuk menolong anaknya yang terbawa arus sungai.

Namun, bukan malah tertolong, Mohardi malah ikut tenggelam bersama anaknya dan ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Exit mobile version