Paulus Suryanta Ginting yang Ingin Jadi Presiden Papua, Ditangkap Atas Kasus Makar

Share this:
Bendera Bintang Kejora.

JAKARTA, BENTENGTIMES.com – Ketua Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Paulus Suryanta Ginting mengaku ingin menjadi presiden Papua, saat diperiksa penyidik.

“Saat diinterogasi, tersangka ditanya mau jadi apa? Mau jadi presiden Papua katanya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, Senin (23/9/2019).

BACA: Akui Serang Pekerja di Trans Papua, OPM: Kami Menuntut Kemerdekaan

Argo tak tahu maksud pernyataan Suryanta. “Tiba-tiba ngomong begitu dia waktu pemeriksaan,” pungkas Argo.

Suryanta merupakan satu dari lima tersangka kasus dugaan makar dan ditahan di rumah tahanan (rutan) Markas Komando (Mako) Brigade Mobil (Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Ia terbukti sebagai otak pengibaran bendera bintang kejora saat aksi di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/8/2019) lalu.

Suryanta juga menjadi narator dan penghubung media. Suryanta menyebarkan informasi kepada media nasional dan asing terkait rencana pengibaran bendera yang terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) tersebut.

BACA: Jokowi: Kita Tidak Takut, Justru Makin Membara Bangun Papua

Lima orang lainnya yang juga ikut ditahan, yakni Dano Tabuni, Charles Cossay, Ambrosius Mulait, Isay Wenda dan Wenebita Wasiangge. Suryanta dan lima rekannya dijerat Pasal 106 dan 110 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait keamanan negara.

Share this: