Benteng Times

Amien Rais Serang Jokowi, Luhut Panjaitan: Saya Cari Dosamu!

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan

JAKARTA, BENTENGTIMES.com – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan marah ketika ada pihak yang terus mengkritik pemerintah yang dinilainya tak berdasar. Termasuk pada politikus PAN Amien Rais yang belum lama ini mengkritik Presiden Jokowi.

Dengan nada tinggi dan berapi-api, Luhut balik menyindir Amien Rais yang menyebut bagi-bagi sertifikat yang dilakukan Jokowi adalah pembohongan. Luhut menyebut, yang dilontarkan Amien asal bunyi (asbun).

Meski tak secara langsung menyebut nama Amien Rais, Luhut menyindir seseorang yang disebutnya ‘senior’.

“Misalnya ada senior bilang bahwa ngasih sertifikat itu ngibulin gitu, apanya yang dikibulin? Sertifikat itu dulu prosesnya lama, panjang dan sedikit. Sekarang proses cepat dan banyak. Salahnya di mana? Jadi asbun aja. Jadi nggak boleh kita asal ngomong apalagi senior-senior. Dia kan 70 berapa tahun, saya kan 71 tahun juga,” ujar Luhut saat memberikan pidato di Gedung BPK Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Luhut mengatakan, pemerintah tidak anti kritik. Namun, kritik yang dilontarkan ke pemerintah sebaiknya adalah kritik yang membangun, bukan kritik asal bunyi.

Bahkan Luhut mengatakan, dia mengetahui rekam jejak sosok senior tersebut. “Jangan asal kritik saja. Saya tahu track recordmu kok. Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok, ya sudah diam saja lah. Tapi jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?” tegasnya.

Luhut juga gerah pada anggapan bahwa pemerintah Pro pada PKI. Dia membantah hal tersebut. Luhut mengaku ikut menumpas PKI pada zaman perang.

“Jadi jangan bilang bahwa kita Pro PKI, apanya Pro PKI? Dimana Pro PKI? Saya ikut tumpas PKI kok. Di mananya? Saya tentara, saya tahu. Saya tanya nasionalisme. Makanya saya bilang, eh kalau kau belum pernah ditembaki jangan bilang nasionalisme,” ujar lulusan terbaik dari Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970 ini.

“Kita nggak lacurkan profesionalisme kita. Saya tidak akan pernah menjual. Saya ingat anak buah saya gugur dimana-mana. Jadi ini very sensitive matter. Kalau orang bilang pemerintah ini akan menjual kita ke negara asing, saya tahu lah, saya nggak bodoh. Saya tahu Anda,” tegas Luhut.

Exit mobile version