Benteng Times

Warganet Posting Komentar Menyejukkan Terkait Pembunuhan Veriona Gultom

Imelda Sasmita Putri Siahaan

MEDAN, BENTENGTIMES.com – Ketika netizen geram terhadap Isco Marbun, terduga pelaku pembunuhan Veriona Gultom (20), banyak yang menghujat, memaki sampai mengucapkan sumpah serapah. Bahkan ada yang menganiaya terduga pelaku Isco Marbun.

Amarah itu oleh netizen dianggap wajar sebagai luapan emosional. Bahkan dinilai tidak setimpal mengingat perbuatan pelaku telah mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Tapi, di antara beribu komentar ‘pedas’ netizen, di antaranya ada juga yang tidak setuju hujatan, makian, mengucapkan kata-kata tak terpuji ke terduga pelaku. Apalagi, sampai menganiaya.

Adalah Imelda Sasmita Putri Siahaan. Model cantik asal Kota Medan ini dalam statusnya menegaskan bahwa benar membunuh atau menghilangkan nyawa seseorang itu dengan sengaja maupun tidak sengaja tidak dibenarkan.

(BACA: Terduga Pembunuh Veriona Gultom Ditangkap: Dibohongi Aku, Bang, Karena Orang Ketiga)

Tapi dia mengatakan bahwa apakah ada yang tahu kondisi kejiwaan terduga pelaku? Apakah ada yang dapat merasakan apa yang dirasakan terduga pelaku saat melakukan perbuatan keji itu?

Tapi begitu pun, menurutnya tak patut juga netizen seenaknya menghujat, menganiaya dan memaki.

Beragam komentar netizen pun bermunculan. Seorang netizen dengan nama akun Deny Siahaan berpendapat bahwa perbuatan pelaku sudah sangat terlalu.

Ada lagi netizen mengatakan kejadian serupa bisa menimpa siapa saja, termasuk Imelda Sasmita Putri Sendiri. Sehingga amarah warga dinilai patut.

Kemudian mengenai tindakan main hakim sendiri, sekalipun itu tidak diperkenankan namun tetap saja perbuatan pelaku belum terbalas.

Bahkan ada lagi netizen bertanya bagaimana kejadian itu justru menimpa Imelda Sasmita Putri Siahaan?
Model cantik yang pernah mengenyam pendidikan di SMAN 1 Medan ini justru memberikan jawaban yang mengejutkan.

(BACA: Heboh, Veriona Gultom Diduga Dibunuh, Pelaku Mengarah ke Pacarnya, Isco Marbun)

Ia mengungkapkan bahwa kejadian serupa sudah pernah dialami keluarganya beberapa tahun silam. Ketika ayahnya meninggal dibunuh, keluarganya sama sekali tidak melakukan tindakan menghujat, memaki apalagi menganiaya.

“Karena kami belajar ikhlas seperti ajaran Tuhan,” ujar Imelda.

Kesaksian Imelda Sasmita Putri Siahaan ini membuat banyak netizen kagum.

Berikut ringkasan status Imelda Sasmita Putri Siahaan dan beragam komentar netizen di wall Facebooknya.

“Membunuh atau menghilangkan nyawa seseorang dengan sengaja memang tidak dibenarkan, kita tidak pernah tau kondisi kejiwaan seseorang dan tidak dapat merasakan apa yang dia rasakan ketika melakukan perbuatan keji tersebut.
Tapi siapakahl kita bisa dengan seenaknya memberi hujatan kepada pelaku, menganiaya, memakio dengan kata-kata yang sangat tidak terpuji, main hakim sendiri?

Bisa jadi kita atau saudara kita suatu saat berada di posisi tersebut.

Denny Siahaan: tapi memang terlalu tega itu dek.

Frandy Septior Nababan: Bs jd posisi korban itu, dirimu, atau keluargamu juga. Marah yg manusiawi itu jg bs jd akan dtg dr org yg syg dgnmu.

Benar main hakim sendiri itu tdk dibenarkan, tp walaupun tdk dibenarkan minimal perbuatan membunuhnya itupun blm terbalas..

Samuel Manurung: Sekarang dibalik pertanyaannya dek, apabila saudara kita yg dibunuh? Bagaimana tanggapan adk?

Kita mungkin akan marah dan tidak bisa menahan emosi yg bergejolak itu dek, apabila keluarga kita yg dibunuh. Sama halnya orang yg marah sama si pembunuh. semua pasti emosi lihatnya dek. Nah disitu lah uniknya kita dek. Karena kita manusia yg punya amarah.

Daniel Sirait: Sudah, ilmu ikhlas Mbak mngkin levelnya brada di atas kmi, atau mngkin di atas kluarga korban, tpi yng trakhir ini mngkin benar2 msi mngkin,krna Mbak mngkin blum di uji, dan smoga tidak akan pernh O:)

Imelda Sasmita Putri Siahaan: Dear all… Sekedar informasi saja, bahwa kejadian yang sama sudah saya rasakan sendiri, terjadi pada kehidupan saya, dimana beberapa tahun yang lalu orang tua (Bapak) saya, meninggal karna dibunuh. Tp kami sekeluarga tidak pernah melakukan hal yg sama ke pelaku, karna kami belajar ikhlas seperti ajaran Tuhan. Sekian kesaksian kecil dari saya, semoga mencerahkan hari hari kalian semua. :-)

Gideon Melanthon Siagian: Good. Bijaksana Dek… Serahkan semua ke penegak hukum agar dapat di hukum dengan setimpal.

Kepada BENTENGTIMES.com, Kamis (1/3/2018), Imelda Sasmita Putri Siahaan menuturkan, seharusnya mendoakan korban Veriona Gultom agar ditempatkan di tempat yang paling indah dan memberi semangat pada seluruh keluarga yang ditinggalkan.

“Bukan malah menambahkan luka bagi mereka yang ditinggalkan,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan, warga Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, Kota Bogor, digegerkan karena penemuan jasad seorang karyawati bagian cuting perusahaan Garmen PT Simone Wanaherang.

Belakangan diketahui bahwa korban bernama Veriona Gultom (20) yang merupakan wanita asal Samosir. Jasadnya ditemukan di rumah kosan milik Ibu Yanti Lim di Kampung Talajung, RT 02 RW 01 Desa Wanaherang, Minggu (25/2/2018).

Menurut Kustimi (32), tetangga kosan korban, korban baru satu tahun mengontrak di rumah kosan tersebut. Katanya, pada malam hari sebelum korban di temukan tewas, dia sempat mendengar teriakan korban sebanyak dua kali. Namun, saat didatangi ke kamar kosannya dan pintu diketuk, suara itu tak terdengar lagi.

“Korban tinggal di rumah kosan ini sendiri, tapi korban sering didatangi pacarnya, juga sering diantar jemput pacarnya saat mau kerja dan pulang,” kata Kustimi.

Kustimi dan suaminya kemudian melaporkan hal ini kepada RT setempat dan saat mereka sama-sama membuka pintu, ternyata korban sudah tewas.

Exit mobile version