Baru Seumur Jagung, Proyek Jalan Rp17,7 Miliar di Nias Utara Sudah Retak-Retak
- BENTENGTIMES.com - 2 jam lalu
- dibaca 4 kali
NIAS UTARA, BENTENGTIMES.com– Kualitas pekerjaan preservasi jalan nasional di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, kini menjadi sorotan tajam. Proyek strategis yang menghubungkan ruas Afia–Onozalukhu–Afulu dan Ononazara–Humene tersebut ditemukan sudah mengalami kerusakan berupa retakan pada Tembok Penahan Tanah (TPT), padahal pengerjaannya baru saja dimulai pada Januari 2026.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga setempat mengenai ketahanan konstruksi jangka panjang.
Daris Lahagu, seorang pemuda sekaligus pemerhati pembangunan di Nias Utara, menyatakan kekecewaannya saat meninjau langsung lokasi proyek senilai Rp17,7 miliar tersebut.
“Padahal proyek ini baru dimulai Januari 2026, tapi bangunan pendukung TPT sudah retak. Kami khawatir ini bukan sekadar kerusakan biasa, melainkan ada persoalan serius sejak awal pengerjaan,” ujar Daris kepada BENTENG TIMES, Rabu (1/4/2026).
Daris menambahkan, jika retakan tersebut tidak segera ditangani secara teknis, dikhawatirkan akan memicu kerusakan yang lebih luas.
Apalagi dengan curah hujan tinggi di wilayah Nias Utara, TPT yang tidak kokoh berpotensi mengakibatkan longsor yang dapat memutus badan jalan.
Menanggapi temuan tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5, Theo Ginting, menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan warga dengan memberikan instruksi langsung kepada pihak rekanan.
”Terima kasih informasinya, nanti saya perintahkan pihak kontraktor untuk segera diperbaiki,” jawab Theo singkat saat dikonfirmasi.
Baca: Miris! Tunjangan Daerah Terpencil Guru SMKN 1 Idanogawo Diduga Disunat, Diminta Hingga Rp4 Juta
Ia menegaskan bahwa karena proyek ini masih dalam masa pengerjaan, seluruh tanggung jawab teknis dan perbaikan sepenuhnya berada di tangan kontraktor pelaksana. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan mendalam mengenai penyebab teknis munculnya retakan dini tersebut.
Sebagai informasi, proyek ini dibiayai oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara di bawah Satker PJN Wilayah III. Pekerjaan di lapangan dilaksanakan oleh PT Karunia Sejahtera Sejati (KSS) dengan pengawasan dari konsultan supervisi PT Daksinapati Karsa Indo dan PT Seecons.
Baca: OTT di Kantor DPRD, Polres Nias Amankan Tersangka Pemeras Legislator
Kini, warga mendesak agar pengawasan dan kontrol kualitas material serta metode konstruksi diperketat agar anggaran negara belasan miliar rupiah tersebut benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi aksesibilitas masyarakat Nias Utara.
