Aktivis Antikorupsi Desak Gubsu Evaluasi Kadisdik dan Kacabdis Gunungsitoli soal Dugaan Pungli NUPTK

Share this:
ADIELI LAOLI-BMG
Kolase foto: Petrus Gulo, Ketua LSM PKN. (Latar) Kantor Cabdis Wilayah XIII Gunungsitoli, di Desa Fodo, Kecamatan Gunungsitoli Selatan.

GUNUNGSITOLI, BENTENGTIMES.com– Ketua LSM PKN yang juga pegiat antikorupsi Kepulauan Nias, Petrus Gulo mendesak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan Sumut dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdis) Wilayah XIII Gunungsitoli.

Desakan itu muncul menyusul dugaan praktik pungutan liar dalam pengurusan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

Petrus menilai kedua pejabat tersebut harus bertanggung jawab secara moral dan administratif atas dugaan pemerasan terhadap sejumlah guru.

“Mustahil pimpinan tidak mengetahui praktik ini. Jangan ada sandiwara seolah-olah tidak tahu lalu mengorbankan operator sebagai pelaku teknis,” kritik Petrus Gulo, kepada BENTENG TIMES, pada Selasa (03/02/2026).

Ia menyebut praktik tersebut masuk kategori pungli bahkan pemerasan, sehingga aparat penegak hukum diminta segera turun tangan.

“Tidak sulit bagi APH kalau serius mengungkap kasus ini. Panggil guru-guru, telusuri aliran dana, dan periksa semua pihak yang terlibat,” kata Petrus.

Sejumlah nama disebut dalam kasus ini, termasuk Kepala Cabdis Wilayah XIII berinisial AH serta operator berinisial EAZ, dan pihak lainnya.

BacaDugaan Pungli Sistematis NUPTK di Cabdisdik Sumut, Guru Dipatok Rp3 Juta per Orang

Kasus ini mencuat setelah sejumlah guru SMA Negeri 1 Gido, Kabupaten Nias, mengaku dimintai uang saat mengurus administrasi NUPTK. Besaran pungutan bervariasi antara Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per orang. Praktik itu diduga telah berlangsung lama dan dilakukan secara sistematis.

Petrus menegaskan pengusutan menyeluruh penting untuk mengungkap aktor intelektual di balik dugaan pungli.

“Guru seharusnya dilayani, bukan diperas. Siapa pun yang menyuruh atau menjadi otak harus diproses hukum,” katanya.

Sementara itu, Kepala Cabdis Wilayah XIII Gunungsitoli, Augustinus Halawa menyatakan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan internal.

“Operator sedang dimintai keterangan oleh Kasubbag. Hasilnya nanti dituangkan dalam berita acara pemeriksaan,” tandasnya.

BacaLegislator Sumut Ini Desak Usut Aktor Intelektual di Balik Dugaan Pemerasan Guru di Gunungsitoli

Ia juga membantah terlibat.

“Kalau saya pribadi tidak ada,” katanya.

Ia menambahkan, dirinya telah dipanggil Dinas Pendidikan Sumut di Medan untuk memberikan klarifikasi.

Share this: