Benteng Times

MBG di Perguruan Pembda Nias Terhenti Sebulan, Siswa Terpaksa Bawa Bekal dari Rumah

Ilustrasi.

NIAS, BENTENGTIMES.com– Penyaluran makan bergizi gratis (MBG) di Perguruan Pembda Nias, sempat terhenti  sebulan (November sampai dengan Desember 2025). Akibat penghentian itu, para siswa terpaksa membawa  bekal makanan dari rumah masing-masing.

“Kami tidak tahu alasan penghentian. Kami tanya kepala sekolah, dijawab (kalau) pihak penyedia yang menghentikan tanpa jawaban jelas,” keluh beberapa siswa kepada BENTENG TIMES, baru-baru ini.

Humas Perguruan Pembda Nias, Foatur Nduru, yang dihubungi pada Kamis (08/01/2026), mengatakan, program MBG sementara dihentikan karena ada peralihan pengelola. Namun, untuk alasan lebih jelasnya, dia menyarankan agar menghubungi penyedia MBG, yaitu Fati Zebua alias Ama Tilis di Desa Lasara Bahili.

“Kami hanya penerima MBG. Sebaiknya, ditanya ke penyedianya, Fati Zebua (Ama Tilis),” jawabnya.

Fati Zebua, yang dihubungi lewat ponselnya pada hari yang sama, membenarkan jika dapur SPPG yang mereka kelola selama ini melayani kebutuhan MBG di Perguruan Pembda Nias. Namun, belakangan diputus oleh pimpinan BGN (Badan Gizi Nasional) Kepulauan Nias, dengan alasan pemerataan.

“Semula, saya mohon jangan dihentikan dulu menunggu selesai urusan peralihan, tetapi Syukur Laoli tetap memutus,” jawab Fati Zebua.

BacaKisruh Penyaluran MBG di SMPN 1 Gido, Publik Bingung Sikap Pemkab Nias

Dia menyebutkan, selama ini, mereka melayani 3 (tiga) perguruan, yaitu Perguruan BNKP, Perguruan MTS Mudik, dan Perguruan Pembda Nias.

Terpisah, Syukur Laoli, pimpinan BGN Kepulauan Nias membenarkan pemberian MBG ke Perguruan Pembda Nias sengaja diputus sementara, demi pemerataan pengelola. Ketika ditanya kenapa tidak diselesaikan dulu administrasi agar MBG tidak terhenti, Syukur Laoli tidak menjawab.

BacaBahan Baku Dapur MBG ‘Impor’, BUMDes ke Mana?

Masih kata Syukur Laoli, konsekuensi akibat MBG terhenti, maka anggarannya dikembalikan ke kas negara. Ditanya berapa besar dana yang dikembalikan ke negara, Syukur Laoli enggan menjawab. Namun, dia segera mengklarifikasi jika MBG sudah kembali disalurkan ke Perguruan Pembda Nias.

Exit mobile version