Benteng Times

Program Pemberian Vitamin ke Pelajar di Gunungsitoli Kacau, Orangtua Siswa Sebut Itu Obat Kedaluwarsa

Kemasan obat jenis Tablet Penambah Darah yang dibagikan oleh pihak UPTD Puskesmas Gunungsitoli Utara kepada remaja putri khusus pelajar SMP dan SMA di wilayah Kecamatan Gunungsitoli Utara. Tampak Expired (Kedaluwarsa) 05 2022.

GUNUNGSITOLI, BENTENGTIMES.com– Obat jenis tablet penambah darah yang dibagikan oleh pihak UPTD Puskesmas Gunungsitoli Utara kepada anak sekolah di wilayah Kecamatan Gunungsitoli Utara Kota Gunungsitoli, diduga sudah kedaluwarsa.

Informasi dihimpun BENTENG TIMES, dari kemasan obat jenis tablet penambah darah itu diproduksi oleh Kimia Farma, dan expired atau masa kedaluwarsanya pada bulan Mei 2022.

Diketahui, penyaluran vitamin dan tablet penambah darah itu, merupakan program Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Kesehatan sebagai bantuan kesehatan kepada remaja putri khusus pelajar SMP dan SMA di wilayah Kota Gunungsitoli.

Kepala SMP Lentera Harapan Viktor Hura kepada sejumlah wartawan menuturkan awalnya pada pertengahan bulan Juli 2022 lalu, beberapa pegawai UPTD Puskemas Kecamatan Gunungsitoli Utara Kota Gunungsitoli mendatangi sekolahnya untuk melakukan pendataan dengan meminta Kartu Keluarga (KK) khusus pelajar putri.

BacaDugaan Korupsi Pengadaan Bibit Lele Desa Lasara Sowu, Camat Lapor ke Walikota Gunungsitoli

BacaDituduh Mengancam Pakai Parang Hingga Jadi Tersangka di Polres Nias, Warga Tuhemberua: Itu Fitnah

Lalu, pada 26 Juli 2022, pegawai UPTD Puskesmas Gunungsitoli Utara kembali mendatangi SMP Lentera Harapan di Desa Bouso Kecamatan Gunungsitoli Utara Kota Gunungsitoli untuk membagikan sebanyak 112 tablet obat penambah darah dan juga tablet vitamin khusus kepada pelajar putri.

“Ada dua jenis obat yang dibagikan pada saat itu, vitamin dan penambah darah. Yang sudah kedaluwarsa obat jenis tablet penambah darah. Kalau vitamin tidak,” beber Viktor kepada BENTENG TIMES, Senin (1/8/2022).

Halaman Selanjutnya >>>

Terungkap Berkat Kejelian Orangtua Siswa

Terungkap Berkat Kejelian Orangtua Siswa

Viktor mengungkapkan, hal itu terungkap ketika ada orangtua murid yang melapor kepada saya bahwa obat yang dibagikan itu jenis tablet penambah darah sudah kedaluwarsa. Sehingga langsung saya instruksikan supaya tidak dikonsumsi dan dikembalikan ke sekolah,” sambung Viktor.

Menurut Viktor, tiga hari setelah itu atau pada 29 Juli 2022, obat yang sudah kedaluwarsa itu dikembalikan kepada pihak Puskesmas Gunungsitoli Utara. Dia mengakui pihak UPTD Puskesmas Gunungsitoli Utara sudah menyampaikan surat permohonan maaf kepada orangtua murid melalui sekolah.

“Memang dari pengakuan para siswi sebagian dari mereka sudah terlanjur mengonsumsi. Bagi yang belum obatnya sudah kita kembalikan kepada pihak Puskesmas Gunungsitoli Utara,” ujar Viktor.

BacaMerasa Terancam, Kepala SMAN 1 Gido Nias Polisikan Tiga Oknum Guru, Motifnya Ini..

BacaDituduh Sindikat Investasi AGT, Pemilik Akun Facebook Gozo Bassi Dipolisikan

Dia mengungkapkan jika pihak Puskemas sudah meminta maaf, mereka mengakui ada kesalahan pemberian obat.

Halaman Selanjutnya >>>

Sebagian Siswa Kadung Konsumsi 

Halaman Sebelumnya <<<

Sebagian Siswa Kadung Konsumsi 

Terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Gunungsitoli Selamat Telaumbanua juga mengakui kejadian yang sama dialami siswinya. Dia menyebutkan ada 200 tablet obat jenis penambah darah diduga sudah kedaluwarsa dibagikan oleh pihak UPTD Puskesmas Gunungsitoli Utara.

“Informasi kedaluwarsa diberitahu orangtua murid. Dan, obat itu sudah kita tarik. Memang sebagian dari siswi sudah ada yang mengonsumsi. Kita tunggu apa tindakan dari pihak puskesmas,” kata Selamat kepada BENTENG TIMES, Senin (1/8/2022).

Selamat Telaumbanua menuturkan, pihaknya juga sudah menyurati pihak UPTD Puskesmas Gunungsitoli Utara untuk mengambil kembali obat yang sudah kedaluwarsa itu. Namun, sampai saat ini obat itu masih berada di sekolahnya.

BacaPelaku Pembunuhan Pendamping Desa Gunungsitoli Itu Masih Pelajar, Motifnya Memalukan

BacaBangunan Gedung di Gunungsitoli Tidak Perlu Lagi IMB, tapi..

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Olora Gunungsitoli Utara Mukhlis Tanjung saat dikonfirmasi wartawan, Senin (1/8/2022) terkesan mengelak dan tidak bersedia menjelaskan. Dia hanya mengatakan jika persoalan itu sudah selesai.

“Persoalan itu sudah selesai tidak usah tambah beban kami. Silahkan tanya ke Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli,” kata Mukhlis Tanjung, dengan raut wajah tidak bersahabat.

Halaman Sebelumnya <<<

Exit mobile version