Duel Berdarah di Tanah Pinem Dairi, Petani Tewas Ditikam Tetangga

Share this:
BMG
Tersangka pembunuhan inisial JS diamankan di Mapolsek Tanah Pinem Polres Dairi.

DAIRI, BENTENGTIMES.com– Duel berdarah terjadi di Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Seorang petani meninggal dunia setelah menderita luka akibat tusukan senjata tajam (sajam).

Menurut informasi dihimpun, korban bernama Nasipta Tarigan (34), warga Dusun III Lau Perimbon, Desa Lau Perimbon, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi. Dia meninggal dunia setelah terlibat duel dengan tetangganya inisial JS (51), pada Sabtu (28/5/2022), malam sekira pukul 19.00 WIB.

Polisi yang menerima laporan, langsung turun dan tiba di lokasi kejadian sekira pukul 20.30 WIB. Saat polisi tiba, korban ditemukan tergeletak tidak bernyawa di depan pondok perladangan milik Jasman Karokaro.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, jasad korban dibawa ke RSUD Pakpak Bharat untuk diautopsi. Kemudian, personel Sat Reskrim mengamankan tersangka pembunuhan JS.

BacaMusim Durian Berdarah di Dairi, Nyawa Ayah Melayang

BacaDua Mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta Tewas Ditikam, Satu Warga Siantar

Kasus itu sontak membuat geger warga sekampung di Desa Lau Perimbon. Untuk menghindari bentrokan massa, Kapolsek Tanah Pinem AKP Ikat Lubis langsung berinisiatif menemui Forkopimca, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh.

Ikat Lubis juga melakukan penggalangan terhadap keluarga kedua belah pihak agar menjaga situasi kamtibmas pasca kejadian, serta mengajak masyarakat agar memercayakan penanganan kasus itu kepada institusi Polri, sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

BacaJalan Panjang 7 Anak Korban Pembunuhan di Samosir: Diteror, Rekonstruksi Janggal

BacaSukacita Berubah Duka, Bus Parboru Tabrakan di Dairi, 35 Luka-luka, 1 Tewas

Kasat Reskrim Polres Dairi AKP Rismanto J Purba, sebagaimana dilansir dari portal resmi Humas Polri, Senin (30/5/2022), menerangkan, membenarkan kejadian itu. Kasusnya telah ditangani. Pelaku juga sudah diamankan.

Sementara, motif pembunuhan itu dipicu persoalan batas tanah antara pelaku dengan korban.

Share this: