Benteng Times

Baskami Tegaskan Kejadian Pemberian Vaksin Kosong Tak Boleh Terulang

Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting. (Insert) Tangkapan layar rekaman petugas nakes diduga menyuntikkan vaksin kosong ke anak SD di Medan.

MEDAN, BENTENGTIMES.com– Lini media sosial (medsos) kini dihebohkan video seorang tenaga kesehatan (nakes) di Medan yang diduga menyuntikkan vaksinasi kosong ke siswa SD Wahidin, Kecamatan Medan Labuhan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Sumatera Utara Baskami Ginting menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa itu tidak boleh terulang kembali di kemudian hari.

“Oknum tenaga kesehatan yang melakukan vaksin kepada anak SD ini, saya kira telah melanggar kode etik dunia kesehatan. Saat ini, kita semua berupaya benar memutus mata rantai penyebaran covid-19. Masalah seperti ini mengecewakan semua pihak,” kata Baskami kepada BENTENG TIMES, Jumat (21/1/2022).

BacaPolda Sumut Dalami Viral Video Suntik Vaksin Kosong ke Anak SD di Medan

BacaVaksinasi Merdeka: Mau Tak Mau Anak-Anak Harus Dijaga, Mereka Generasi Penting 2045

Baskami meminta dinas kesehatan dan pihak terkait melakukan pemantauan proses vaksinasi yang sedang dilakukan.

“Juga sangat penting untuk memastikan ketersediaan stok vaksin. Kita jangan hanya mengejar target capaian vaksinasi, namun lalai dalam prosedur yang sudah seharusnya,” tambahnya.

BacaSikap Kapolda Sumut Soal Dugaan Terima Suap Bandar ke Kapolrestabes Medan

BacaKepala Sekolah dan Guru SD Diminta Aktif Beri Pemahaman Manfaat Vaksin Bagi Anak Usia 6-11 Tahun

Politisi senior PDI Perjuangan itu juga meminta kepada seluruh warga untuk melaporkan, bilamana kejadian tersebut terulang kembali.

“Mari kita bantu pemerintah dalam proses vaksinasi ini. Juga peran masyarakat, saya kira sangat dibutuhkan dalam mengawasi dan mengingatkan. Bagaimanapun, kita harus bahu-membahu memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini,” pungkas Baskami.

Exit mobile version