Benteng Times

Pakai Google Maps, Pelajar SMA Santo Thomas Medan Malah Tersesat di Sibolangit

Enam orang pelajar dan seorang guru SMA Santo Thomas Medan berhasil ditemukan Minggu (16/5/2021) pagi, setelah sebelumnya dilaporkan tersesat di kawasan pemandian air terjun Dua Warna, Sibolangit.

DELI SERDANG, BENTENGTIMES.com– Enam orang pelajar dan seorang guru dilaporkan tersesat di kawasan pemandian air terjun Dua Warna, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sejak Sabtu (15/5/2021) malam.

Beruntung, keesokan harinya, mereka ditemukan dan telah dievakuasi oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Medan.

Sariman Sitorus, Humas SAR Medan, pada Minggu (16/5/2021), mengatakan keenam orang itu merupakan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Santo Thomas Medan. Dan, seorang lagi merupakan guru, juga mengajar di SMA Santo Thomas Medan.

Dia menyebutkan, adapun identitas mereka yakni Marsel (17), Haduan (17), Hagai Pinem (17), Valentino (18), David (17), Farel (17), dan Yansen (30).

BacaSelisih Paham Berakhir Duka di Kedai Tuak Sibolangit

BacaKematian Tragis Sang Kepala Desa di Sibolangit, Istri Digugat Cerai, Parang Menancap di Dada

Disampaikan bahwa tujuan mereka sebelumnya hendak berwisata setelah selesai melaksanakan ujian sekolah. Namun di tengah perjalanan, hujan cukup deras yang menyebabkan kabut pekat sehingga menyulitkan jarak pandang.

Lalu, mereka menggunakan google maps untuk menuju lokasi. Namun malah tersesat.

BacaTiga Jam Tanpa Mobil Pemadam Kebakaran, Api Melalap Tiga Rumah di Sibolangit

BacaOtak Pelaku Pengeroyokan Terhadap Wisatawan di Danau Lau Kawar Diringkus, Rupanya Orang Kabanjahe

Para korban berhasil ditemukan pada Minggu pagi sekitar pukul 06.58 WIB, berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi air terjun Dua Warna dalam keadaan selamat. Namun, mereka mengalami hipotermia ringan.

“Mereka sudah dievakuasi ke Posko Basarnas di Sibolangit dan menunggu untuk dipulangkan,” pungkas Sariman.

Exit mobile version