Benteng Times

Otak Pelaku Pengeroyokan Terhadap Wisatawan di Danau Lau Kawar Diringkus, Rupanya Orang Kabanjahe

Nevrada Sitepu dan George Andre Dwi Putra Sitepu, diamankan polisi atas kasus pengeroyokan terhadap wisatawan di objek wisata Danau Lau Kawar, Kabupaten Karo, Sabtu (15/5/2021) malam.

KARO, BENTENGTIMES.com– Otak pelaku pengeroyokan terhadap wisatawan di Danau Lau Kawar, Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, telah diringkus polisi. Mereka adalah Nevrada Sitepu dan George Andre Dwi Putra Sitepu.

Keduanya merupakan warga Desa Samura, Kecamatan Kabanjahe, Karo. Kini, kedua otak pelaku itu telah diinapkan di balik jeruji milik Polsek Simpang Empat.

Pelaku Nevrada dan Andre diamankan dari masing-masing rumah mereka pada Sabtu (15/5/2021), malam, sekira pukul 23.30 WIB.

Kapolsek Simpang Empat AKP A Ridwan Harahap menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ruang terhadap siapa pun melakukan tindakan anarkis di wilayah hukumnya.

“Kedua pelaku telah kita amankan untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Ridwan Harahap, kepada BENTENG TIMES, melalui sambungan telepon, Minggu (16/5/2021).

Informasi lain diperoleh bahwa Nevrada dan Andre adalah preman yang selama ini melakukan praktik pungutan liar (pungli) di seputaran objek wisata Danau Lau Kawar.

BacaAksi Brutal Preman di Danau Lau Kawar, Wisatawan Dikeroyok, Pelaku Teriak Bakar

BacaMiris! Tokoh Muda Langkat Dikeroyok OTK Karena Menyoroti Jalan Rusak

Dan pada Kamis (13/5/2021) siang lalu, mereka juga lah yang mengomando pemuda setempat lainnya untuk melakukan kegiatan pungli terhadap wisatawan yang ingin berkunjung ke Danau Lau Kawar. Termasuk terhadap rombongan Ade Chandra, warga Berastagi yang ingin berswafoto di objek wisata Danau Lau Kawar tersebut.

Bersambung ke halaman 2..

Namun terhadap keluarga Ade Chandra, modus Nevrada dan Andre untuk melancarkan praktik pungli gagal. Keluarga Ade Chandra menolak memberikan uang kepada Nevrada dan Andre cs karena tidak dapat menunjukkan karcis resmi sebagai syarat masuk kawasan Danau Lau Kawar.

Sikap Ade Chandra dan keluarganya ini membikin Nevrada dan Andre cs terusik sampai akhirnya bertindak anarkis. Akibatnya, keluarga Ade Chandra jadi korban kebrutalan para preman kampung ini.

Atas kasus itu, Pengeran, Wakil Sekretaris Biro Bantuan Hukum DPC PDIP Kabupaten Karo, yang juga adik ipar korban Ade Chandra, telah membuat laporan pengaduan resmi ke Polsek Simpang Empat. Dia meminta aparat penegak hukum agar memproses pengaduan mereka dan menjatuhi hukuman setimpal terhadap para pelaku pengeroyokan tersebut.

BacaAdu Mulut di Warung Tuak Berujung Pengeroyokan, 1 Tewas

BacaOknum Anggota DPRD Sumut Aniaya Polisi di Lokasi Hiburan Malam

Diberitakan sebelumnya, tindakan anarkis Nevrada dan Andre cs terhadap keluarga Ace Chandra terjadi di pintu masuk objek wisata Danau Lau Kawar, Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, pada Kamis (13/5/2021) siang.

Saat itu, rombongan keluarga Ace Chandra asal Berastagi ini datang dengan mengendarai dua mobil bermaksud hendak berlibur sekaligus berswafoto di Danau Lau Kawar.

Namun, mobil mereka dihadang sekelompok pemuda karena tidak bersedia memberikan sejumlah uang pungli. Tak hanya itu, Ade Chandra dan mertuanya jadi korban kebrutalan Nevrada dan Andre cs.

Bersambung ke halaman 3..

Yang membuat miris, aksi membabibuta itu dilakukan Nevrada dan Andre cs di hadapan anak-anak dari keluarga Ade Chandra.

Akibat, penganiayaan itu Ade Chandra mengalami luka lebam.

BacaSelisih Paham Berakhir Duka di Kedai Tuak Sibolangit

BacaAktivis Anti Korupsi Sergai Itu Kabur, Tiba di Polda Sumut, Infus Masih Menempel

Namun kondisi terparah adalah psikologis anak-anak dari keluarga Ade Chandra karena telah melihat langsung tindakan premanisme dari Nevrada dan Andre cs.

“Sekali lagi, para pelaku harus ditindak tegas,” pungkas Pangeran kepada BENTENG TIMES.

Exit mobile version