Benteng Times

Walantara Laporkan Pelaku Perambahan Hutan Karo ke Penegak Hukum

Ketua DPD Walantara Karo Daris Kaban bersama jajaran foto bersama Pjs Kepala Desa Daud P sebelum melakukan penanaman pohon di sepanjang DAS Desa Kutambaru, Kecamatan Tiganderket, Kamis (25/6/2020).

TIGANDERKET, BENTENGTIMES.com– Menjaga kelestarian alam dan lingkungan adalah komitmen Walantara (Wahana Lingkungan Alam Nusantara). Walantara akan terus melakukan pemantauan kegiatan perambahan hutan dan telah melaporkan pelaku perambahan di kawasan hutan lindung Karo ke penegak hukum.

Hal itu ditegaskan Daris Kaban, Ketua DPD Walantara Karo, di sela-sela penanaman pohon di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Desa Kutambaru, Kecamatan Tiganderket, Kamis (25/6/2020).

“Kita telah melaporkan oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang melakukan kegiatan perambahan di beberapa kawasan hutan lindung yang ada di Kabupaten Karo ke pihak berwajib. Kita akan mengikuti proses laporan tersebut,” tegas Daris.

Dia kembali menegaskan, pihaknya akan terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan dan tetap berprinsip menjaga serta melestarikan habitat hutan.

Maka dari itu, Daris menyampaikan, kegiatan penghijauan akan terus dilakukan. Dia menuturkan, penanaman pohon sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Amatan BENTENG TIMES, kehadiran Tim Walantara Karo disambut hangat Pjs Kepala Desa Kutambaru Daud P beserta para tokoh masyarakat setempat. Rombongan Walantara juga langsung dijamu makan siang sebelum melakukan penanaman pohon.

Saat penanaman pohon berlangsung, beberapa masyarakat dibantu perangkat desa turut membantu kegiatan penanaman ratusan bibit pohon di sepanjang daerah aliran sungai.

Ditemui usai penanaman pohon, Daut P, selaku Pjs Kepala Desa Kutambaru kepada BENTENG TIMES menyampaikan terima kasih kepada DPD Walantara atas kepeduliannya terhadap alam dan lingkungan, khususnya di Desa Kutambaru.

Dia berharap, melalui penanaman pohon di sepanjang aliran lahar dingin Gunung Sinabung dapat membantu masyarakat desa. Apalagi jenis bibit pohon yang ditanam tersebut bisa bermanfaat bagi warga, karena yang ditanam bibit pohon durian, petai, jengkol, aren, dan rambutan.

“Ini kalau dipelihara dengan sungguh-sungguh, dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa kami,” ujarnya.

BacaPenebangan Liar Merebak di Karo, Hutan Lindung Desa Perbulan Laubaleng Dirambah

Daud juga menyampaikan harapan kepada Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan RI, dan kepada Dinas Lingkungan Hidup Karo, agar progam penghijauan dapat dilakukan berkelanjutan.

“Akibat lahar dingin Sinabung, kayu-kayu dibawa hanyut oleh derasnya arus dan kerap memutus jalan menuju sebagian area pertanian di sekitar perladangan Lau Makam ini,” katanya.

BacaGunung Sinabung Meletus Lagi Dengan Ketinggian Kolom Sekitar 7000 M

Oleh sebab itu, dia juga berharap kepada Pemkab Karo agar membangun jembatan di lintasan Sungai Lau Makam. Sebab ketika curah hujan tinggi, petani tidak bisa melintas Lau Makam menuju perladangan mereka.

Kutambaru, Desa Pertama di Jalur Lintasan Lahar Dingin Gunung Sinabung

Untuk diketahui, Desa Kutambaru, Kecamatan Tiganderket, Karo, merupakan salahsatu desa di sekitar lereng Gunung Sinabung. Kutambaru juga merupakan desa pertama yang berada di jalur lintasan lahar dingin di kaki Gunung Sinabung. Jaraknya hanya 4 km dari kawah Gunung Sinabung.

Itu sebabnya, Desa Kutambaru kerap dilanda bencana banjir lahar dingin.

“Ini masalah serius,” ujar Daris Kaban, Ketua DPD Walantara Karo.

Maka dari itu, masih kata Daris, keberadaan Desa Kutambaru menjadi perhatian DPD Walantara. Sehingga diperlukan tindakan sebagai upaya menjaga dampak kerusakan yang timbul akibat banjir lahar dingin Sinabung.

BacaTerjadi Penebangan Liar di Hutan Lindung Siosar Merek

Sementara, dampak dari erupsi Gunung Sinabung beberapa waktu lalu juga telah mengakibatkan banyak pepohonan yang kering dan mati. Sehingga, lingkungan sekitar kawasan Gunung Sinabung menjadi gersang.

Dampak lain, sambung Daris, saat terjadi banjir lahar dingin Gunung Sinabung, tanaman dan fasilitas umum di Desa Kutambaru juga mengalami kerusakan yang disebabkan hantaman material, seperti bebatuan, pasir, dan tongkol kayu-kayu berukuran besar.

BacaBencana Alam di Tengah Pandemi, Dusun Bakerah Karo Diterjang Lahar Dingin

Menyikapi kondisi itu, DPD Walantara Karo bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Karo serta didukung penuh para Dewan Penasehat DPD Walantara Karo: Badikenita br Sitepu, Danu Sebayang, dr John Peter Roy Kaban, dan Pemerintah Desa Kutambaru sehingga penghijauan di sepanjang daerah aliran sungai terlaksana di Desa Kutambaru.

Exit mobile version