Benteng Times

9 Orang Berastagi Diawasi Tak Boleh Keluar Rumah, Ada dari Bali dan Malang

Erianto Peranginangin, wartawan Benteng Times ketika menyambangi warga di pintu masuk Lingkungan VII, Kelurahan Gundaling II, Kecamatan Berastagi, Karo, Jumat (10/4/2020) malam.

BERASTAGI, BENTENGTIMES.com– Saat ini, sedikitnya 9 orang warga Berastagi, Kabupaten Karo, mendapat pengawasan ketat. Selama 14 hari kedepan, kesembilan orang itu tidak boleh keluar dari rumah. Mereka adalah keluarga pasien dalam pengawasan (PDP) positif covid-19. Dua orang lainnya baru datang dari luar kota; Bali dan Malang.

“Sampai 14 hari kedepan, mereka tidak diperbolehkan keluar rumah,” ujar Tampe Malem Tarigan, Kepala Lingkungan VIII, Kelurahan Gundaling II, Kecamatan Berastagi, kepada BENTENG TIMES, Jumat (10/4/2020) malam.

Tampe mengatakan, saat ini, seluruh warganya diimbau agar melakukan isolasi mandiri. Menurutnya, mencegah lebih baik daripada mengobati.

“Satu orang warga Berastagi dinyatakan positif, kita harus mengantisipasi jangan sampai ada orang lain yang ikut terpapar,” tegas Tampe.

Ia mengungkapkan, dua warganya baru saja pulang dari luar daerah. Satu orang baru datang dari Malang pada Minggu (5/4/2020) dan satu orang lagi baru datang dari Bali pada Jumat (10/4/2020).

“Mereka tidak diperbolehkan keluar rumah selama 14 hari,” kata Tampe.

Sementara itu, Donald Fransisco Sinuhaji berharap kepada setiap orang yang baru datang dari luar kota agar melapor ke kepling di lingkungan masing-masing, atau ke lurah, dan atau langsung ke Posko Gugus Tugas Pencegahan Covid-19.

“Dalam situasi sekarang ini, kita tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. Tetapi jujur, saya sangat cemas, bahkan panik mendengar kabar ada warga Berastagi positif corona,” kata Donald, yang bermukim di Gang Harapan, Kelurahan Gundaling II, Kecamatan Berastagi ini.

BacaTim Covid-19 Karo Kecolongan, Satu PDP Positif Corona Warga Berastagi

Masih warga yang sama, Shalman Purba mengatakan, saat ini, mereka melakukan pengawasan ketat di setiap pintu masuk gang permukiman warga. Terutama terhadap warga pendatang yang tidak memiliki identitas jelas, tidak diperbolehkan masuk.

“Selain pengawasan, kami juga mulai mendisiplinkan diri dengan tetap stay at home. Kalau tidak ada urusan penting, sebaiknya tidak usah keluar rumah,”ujarnya.

BacaAlat Pelindung Diri Minim, Petugas Medis di Puskesmas Berastagi Sampai Menangis

Mamak Dani, juga warga yang sama, mengatakan siap bekerja sama dengan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun, ia berharap pemerintah memerhatikan kebutuhan pokok mereka selama masa pandemi.

“Ya inilah kerja kita setiap malam, mengontrol orang keluar masuk, dan mewajibkan orang masuk, cuci tangan,” timpal Budiman Sinuhaji, warga lain yang sedang melakukan penjagaan.

Exit mobile version