Benteng Times

Kematian Golfrid Siregar, Aktivis Lingkungan Asal Simalungun Menyisakan Kejanggalan

Golfrid Siregar (kanan), aktivis lingkungan yang juga kuasa hukum Walhi Sumut, semasa hidup.

MEDAN, BENTENGTIMES.com– Kematian aktivis lingkungan asal Simalungun Golfrid Siregar menyisakan kejanggalan. Polisi semula menyatakan Golfrid yang juga merupakan kuasa hukum (advokat) Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara (Sumut) ini merupakan korban kecelakaan lalu lintas. Namun, Walhi Sumut menduga Golfrid sempat mengalami penganiayaan hingga ditemukan tidak sadarkan diri di tepi jalan.

Menanggapi kejanggalan itu, pihak kepolisian kini berupaya mengusut kembali dugaan percobaan pembunuhan yang dialami Golfrid.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polsek Deli Tua sebagai pihak yang membuat pelaporan awal tentang kematian Golfrid, pada Minggu (6/10/2019) malam.

“Terus perintah pimpinan, kami coba tangani kembali, lidik kembali. Jadi, kita buatkan nanti laporan polisi model A, bukan laka lantas,” ujar Eko, kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

Ia menjelaskan, polisi juga telah menurunkan tim untuk menemui keluarga Golfrid ke Huta Palia Naopat Gereja, Nagori Palia Naopat, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, untuk meminta izin pihak keluarga agar jenazah korban diautopsi guna mengetahui penyebab korban meninggal dunia.

“Kita mencoba membuatkan surat pengantar dan meminta izin pihak keluarga, agar kepada jenazah korban untuk dilakukan autopsi. Tim kita turunkan ke Tiga Dolok, semalam. Lembur terus ini untuk mengomunikasikan dengan pihak keluarga agar bisa autopsi, karena sangat wajib sekali hukumnya kalau seperti ini untuk autopsi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini juga mengklaim polisi sudah mengecek sejumlah kamera pengawas untuk menyelidiki kasus itu. Polisi juga berusaha mencari tahu siapa tukang becak yang mengetahui pertama kali dan mengantar korban ke Rumah Sakit Mitra Sejati.

BacaWALHI Menolak Proyek PLTA Batangtoru NSHE

BacaWALHI Sumut Kampanye Penyelamatan Rimba Terakhir

Sementara, berdasarkan rekaman kamera pengawas yang terpasang di rumah sakit, ada empat orang yang bersama korban waktu itu. Selain itu, kamera pengawas yang terpasang di dua fly over di Medan, yakni Fly Over Jamin Ginting dan Fly Over Amplas juga diselidiki.

Hanya saja, dari rekaman tersebut, belum ditemukan kejadian atau bukti kecelakaan di sana. Polisi juga belum menemukan sepeda motor yang identik dengan sepeda motor korban dalam rekaman yang dicek. Sebagaimana diketahui, sepeda motor korban adalah jenis Honda CBR 150 warna merah.

Di tempat terpisah, Manager Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut Roito Lumban Gaol menuturkan, Golfrid pada Rabu (2/10/2019) sekitar pukul 17.00 WIB, pergi ke JNE dan bertemu seseorang di kawasan Marendal. Sejak itu, Golfrid tidak bisa dikontak istri korban.

Baru pada Kamis (3/10/2019), dini hari sekira pukul 01.00 WIB, Golfrid Siregar ditemukan tidak sadarkan diri di fly over Jalan Jamin Ginting, Medan. Korban ditemukan pertama kali oleh tukang becak yang kebetulan melintas di lokasi. Kemudian, oleh tukang becak korban dibawa ke RS Mitra Sejati dan diarahkan untuk ditangani ke RSUP Haji Adam Malik.

“Korban (Golfrid) mengalami luka serius di bagian kepala yang menyebabkan tempurung kepala hancur dan mengharuskan korban menjalani operasi pada Jumat (4/10/2019). Namun, setelah sekitar tiga hari mendapat penanganan medis, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir,” ujar Roito.

“Sepeda motornya kan yang CBR warna merah. Kami juga cari CCTV di sekitar situ,” urainya.

Hal senada disampaikan Direktur Walhi Sumut Dana Prima Tarigan. Dia menuturkan, Golfrid mengalami luka serius di bagian kepala.

BacaWalhi dan Masyarakat Sipirok Tolak Pembangunan PLTA Batangtoru oleh PT NSHE

BacaWalhi Sumut Apresiasi Poldasu atas OTT di Kabupaten Palas

Informasi awal didapat, Golfrid mengalami kecelakaan lalu lintas. Hanya saja, pascaoperasi, mereka melihat bekas luka pada tubuh korban yang diduga bukan akibat kecelakaan.

“Sebab badannya tidak ada yang lecet. Sepedamotornya juga dicek teman-teman di kantor polisi, sama sekali tidak ada yang rusak akibat tanda-tanda kecelakaan,” tuturnya.

Exit mobile version