Benteng Times

Bertemu di Warung, Saling Tegur Berujung Penikaman

Pelaku penikaman Idris Tarigan (tengah) saat diamankan di Mapolsek Kutabuluh, Jumat (30/11/2018).

KARO, BENTENGTIMES.com– Arianto Peranginangin (60), warga warga Desa Jinabun, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo, menghembuskan nafas terakhirnya usai ditikam Idris Tarigan (40), teman sekampungnya.

Insiden nahas itu terjadi pada Jumat (30/11/2018) pagi di salah satu warung di Desa Jinabun. Sebelum kejadian, Arianto dan Idris bertemu di warung tersebut.

Namun tiba-tiba, Arianto berbicara dengan nada tinggi kepada Idris.

“Sudah hebat rupanya kau? Gitu katanya,” ujar Kapolsek Kuta Buluh AKP Jansen Bangun, menirukan perkataan Arianto saat itu.

Jansen melanjutkan, Idris yang ketakutan kemudian megambil pisau dan langsung menikam Arianto. Beberapa saat berselang, Arianto tewas dalam perjalanan menuju Puskesmas setempat.

“Ini bukan pembunuhan berencana. Mereka ini kan kerjanya di ladang. Jadi, sebelumnya sudah bawa pisau,” katanya.

Jasad Arianto Perangin-angin saat masih berada di TKP, Jumat (30/11/2018).

Sesuai hasil pemeriksaan sementara, sambung Jansen, motifnya hanya karena Arianto tersinggung dengan ucapan Idris.

Meski begitu, pasca kejadian, Arianto langsung menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Dan hingga kini, Arianto masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

(Baca: Pengungkapan Kasus Curanmor dan Pembunuhan Dalam Sepekan di Polres Tanah Karo)

(Baca: Duel Maut di Kedai Tuak, Leher Rimson Sitorus Digorok Pirhot Nababan)

Sementara itu, Kepala Desa Jinabun Pengarapen Barus menduga, penikaman itu terjadi karena Arianto memang sering mengancam Idris.

“Korban (Arianto) sering mengancam pelaku (Idris). Hanya karena tersinggung ucapan saja ini. Tidak ada masalah sengketa lahan ataupun permasalahan lainnya,” katanya.

Exit mobile version