Idap Penyakit Paru, Bapak Dua Anak Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

Share this:
FERRY SIHOMBING-BMG
Warga sekitar tampak mamadati salahsatu rumah di Jalan Damar, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, yang tak lain sebagai tempat Fernando Pasaribu gantung diri, Minggu (16/9/2018) siang.

SIANTAR, BENTENGTIMES.com– Fernando Pasaribu, seorang bapak 2 anak mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Kuat dugaan, alasannya melakukan hal tersebut karena sudah lama mengidap penyakit paru.

Aksi gantung diri itu dilakukan pria berusia 33 tahun tersebut di salah satu rumah kosong di Jalan Damar, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Minggu (16/9/2018) sekira pukul 13.30 WIB.

Fernando pertama kali ditemukan dengan kondisi tergantung oleh salah seorang warga sekitar yang kebetulan melintas dari depan rumah kosong tersebut. Penemuan itu kemudian diberitahukan kepada warga sekitar lainnya dan pihak kepolisian.

Tak lama setelah itu, lokasi kejadian seketika dipadati warga sekitar. Polisi pun mengevakuasi jenazah Fernando yang tergantung di dinding rumah dengan tali nilon.

Saat ditemukan, Fernando mengenakan kaos berwarna hitam, celana pendek berwarna coklat, serta masker yang masih menempel di dagunya.

(Baca: Bangun Pagi, Tuginem Temukan Suami Gantung Diri di Pohon Cokelat)

(Baca: Sempat Melarikan Diri, Polres Siantar Berhasil Ringkus Pengedar Sabu)

Menurut informasi, sebelum ditemukan, Fernando sudah 2 hari tak pulang ke rumahnya di Jalan Tusam, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara. Istri Fernando, Boru Sianturi, pun sudah berulang kali mencarinya.

“Sudah dua hari katanya dia nggak pulang ke rumah. Mulai hari Jumat kemarin lah,” ungkap Janandong Silitonga, Lurah Kelurahan Kahean yang ditemui di lokasi kejadian.

Warga lainnya menyebut, Fernando memang sudah lama menderita penyakit paru.

“Dari dulu memang sudah sakit dia. Sakit paru,” beber warga.

(Baca: Siti Sihombing Gantung Diri saat Suami Menidurkan Anak)

(Baca: Napi Kasus Narkoba Gantung Diri di Kamar Mandi Lapas)

Setelah dibawa polisi ke Instalasi Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Siantar dan divisum, jenazah Fernando selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Kapolsek Siantar Utara AKP Z Matondang membenarkan bahwa tewasnya Fernando murni karena gantung diri.

Share this: