Benteng Times

Kemarahan Keluarga Korban: 12 Keluarga Saya di Dalam, Kalian Tidak Merasakan Itu!

Screenshot keluarga korban KM Sinar Bangun yang marah-marah kepada tim pencarian korban di Danau Toba.

SIMALUNGUN, BENTENGTIMES.com – Proses pencarian dan penyelamatan terhadap penumpang KM Sinar Bangun masih terus berlangsung. Sebanyak 200 personel tim pencari dikerahkan dengan 10 perahu karet, tiga kapal Basarnas dan tiga kapal Polisi Air.

Pencarian juga dibantu helikopter untuk memantau langsung dari atas perairan Danau Toba dan juga robot bawah air jenis Remotely Operated Vehicle (ROV) di titik tenggelamnya KM Sinar Bangun. Dan, pada Kamis (21/6/2018), tim pencarian bahkan ditambah lagi dari pasukan khusus Detasemen Jalamangkara (Denjaka) yang didatangkan dari Jakarta, untuk membantu proses evakuasi dengan robot ROV.

(BACA: Kisah Calon Pengantin yang Selamat dari Maut karena Tak Jadi Naik KM Sinar Bangun)

Namun, meski telah maksimal melakukan pencarian, namun upaya yang dilakukan tim SAR gabungan masih jauh dari yang diharapkan keluarga korban yang sejak kejadian telah berkumpul di dermaga dan memantau terus proses pencarian selama tiga hari ini.

Bahkan ada juga keluarga yang membandingkan pencarian korban KM Sinar Bangun dengan korban pesawat jatuh yang posisinya di laut. Kekuatan yang dikerahkan untuk tragedi di Danau Toba dianggap masih sangat minim.

Dari rekaman video yang tersebar melalui media sosial, seorang wanita bersama suaminya tampak marah-marah karena pencarian korban dianggap belum maksimal karena belum ada lagi korban yang ditemukan. Wanita itu tampak sangat geram, apalagi ada 12 orang keluarganya yang menjadi penumpang kapal itu.

(BACA: Presiden Jokowi Jamin Santunan untuk Keluarga Korban KM Sinar Bangun)

“Dua belas keluarga saya di dalam, kalian tidak merasakan itu. Bagaimana mana mau mencari, 1 jam jalan lalu kembali, menyelam setengah jam lalu kembali. Mata saya melihat, tiga hari saya di sini. Kejadian jam 5, saya sudah di sini jam 9 malam,” kata wanita itu.

Rekaman video yang diunggah akun Facebook Amani Bryan Naibaho itu bahkan sudah disebarkan kembali oleh 2.134 lebih akun lain. Banyak juga respons atas pernyataan keluarga korban itu. Mereka dapat memahami apa yang dirasakan korban, apalagi ada 12 orang keluarga yang menjadi korban yang hingga kini tidak jelas kondisinya.

Exit mobile version