Benteng Times

Kerusuhan di Rutan Mako Brimob, 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Penjagaan di Mako Brimob pasca kerusuhan yang terjadi Selasa (8/5/2018).

DEPOK, BENTENGTIMES.com – Ada enam kantung jenazah yang telah dibawa dari Mako Brimob Kelapa Dua ke RS Polri Kramat Jati. Keenam jenazah itu adalah 5 anggota Densus 88 dan 1 napi terorisme.

Keenamnya tewas setelah terlibat kericuhan pada Selasa (8/5/2018) malam. Lima anggota Densus 88 yang tewas diketahui juga sempat disandera oleh napi teroris.

Menurut informasi, mereka yang tewas dalam kerusuhan di Rutan Mako Brimob adalah Bripda WY, Bripda SF, Ipda R, Bripka D, Briptu F dan seorang napi teroris atas nama Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrohim.

(BACA: ISIS Klaim Jadi Dalang Kerusuhan di Mako Brimob)

Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrohim ditangkap di Pekanbaru pada 24 Oktober 2017. Ia ditangkap karena menjadi peserta latihan kelompok teroris JAD di Bukit Gema, Riau, latihan menembak di Jambi, serta turut merencanakan teror dengan menyerang kantor polisi di Pekanbaru.

Hingga pukul 14.00 WIB, Rutan Mako Brimob masih dikuasai oleh napi terorisme. Polisi masih bernegosiasi dengan mereka agar tak ada lagi korban jiwa.

(BACA: Kerusuhan di Rutan Mako Brimob, 4 Terluka, Ahok Dipastikan Aman)

Karopenmas Polri Brigjen Iqbal sebelumnya mengatakan, insiden ini bermula dari permasalahan makanan.

“Ada isu-isu yang beredar di media-media sosial dan lain-lain, itu tidak benar. Ini dipicu hal-hal sepele, yaitu makanan, sehingga terjadi insiden seperti itu,” ungkap Iqbal di Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).

Exit mobile version