Benteng Times

Merapikan Barang yang Menumpuk dengan Metode Konmari

Ilustrasi

Metode Konmari merupakan konsep terletak pada dua hal, declutter alias membuang dan merapikan barang yang ada di rumah. Metode ini bermula dari bukunya yang berjudul “The Life-Changing Magic of Tidying Up”, nama Marie Kondo melejit karena bukunya dianggap benar-benar berjasa mengubah hidup banyak orang. Dalam bukunya, Marie Kondo memperkenalkan metode untuk merapikan rumah dengan beberapa tahap.

Menerapkan Metode Konmari sangat pas jika Anda merasa bahwa barang di rumah sudah terlalu menumpuk, Anda mulai kesulitan untuk mencari barang, atau Anda merasa kehabisan tempat untuk menyimpan barang.

1. Rapikan Secara Menyeluruh

Biasanya orang cenderung merapikan rumah setengah-setengah. Setelah merapikan area dapur, kemudian ya sudah. Nah, jika Anda ingin menerapkan Metode Konmari untuk merapikan rumah, Anda harus berkomitmen untuk merapikan rumah secara menyeluruh. Anda bisa memulai dengan mengumpulkan barang-barang yang ingin dirapikan dalam satu ruangan. Tidak harus semuanya rapi dalam kurun waktu tiga hari kok, namun pastikan Anda menyelesaikan tiap bagian yang perlu dirapikan dan mengikuti semua langkah-langkahnya.

2. Visualisasikan Keinginan Anda

Setelah menentukan dan menyiapkan waktu, bayangkanlah suasana rumah seperti apa yang Anda inginkan. Anda bisa melakukannya dengan menjawab beberapa pertanyaaan seperti: Apa aktivitas yang senang Anda lakukan di rumah? Apakah kondisi ruangan yang berantakan mengganggu Anda? Bagaimanakah perasaan Anda jika kondisi rumah rapi atau berantakan? Memiliki bayangan yang jelas akan apa yang Anda inginkan, akan membantu Anda untuk memilah barang yang perlu dibuang dan dipertahankan.

3. Rapikan Barang Sesuai dengan Jenisnya

Marie Kondo menjelaskan, bahwa dalam proses merapikan barang, ada susunan yang perlu Anda ikuti. Urutan barang yang perlu Anda rapikan dimulai dari pakaian, buku, dokumen, lain-lain, dan terakhir, barang kenangan atau barang yang menyimpan banyak memori. Urutan ini bertujuan agar Anda tidak akan terdistraksi di tengah-tengah proses merapikan karena malah tenggelam dalam kenangan ketika merapikan kado dari mantan, misalnya.

4. Pertahankan Barang yang Memang Anda Senangi

Jika Anda kesulitan untuk menentukan barang yang akan dibuang, mulailah dengan memisahkan barang yang memang benar-benar Anda suka. Ketika menyeleksi barang, tanyakan pada diri Anda sendiri “Apakah benda ini membuat saya senang?” Jika jawabannya ya, pertahankan. Jika jawaban Anda tidak, maka pisahkanlah untuk dibuang. Pikirkan baik-baik, apakah dress kuning menyala dengan potongan asimetris yang hanya Anda gunakan 1-2 kali saja patut dipertahankan?

5. Buang Barang yang Tidak Membuat Anda Senang

Sebelum mulai merapikan barang ke tempatnya masing-masing, Anda harus menyingkirkan barang yang sudah Anda sisihkan terlebih dahulu. Untuk beberapa benda seperti kertas, botol, atau kaleng, Anda bisa membawanya ke pusat daur ulang. Sedangkan untuk pakaian maupun buku yang kondisinya masih layak, sebaiknya Anda berikan saja ke orang lain yang memang mau atau didonasikan. Jangan sampai Anda hanya sekadar ‘memindahkan’ barang ke rumah teman atau keluarga lantaran sayang, ya! Yang ada barang tersebut hanya akan menumpuk di tempat yang berbeda saja, bukan?

6. Gunakan Teknik Melipat dan Wadah

Terakhir, Anda tinggal menyusun kembali barang-barang ke ‘rumah’-nya masing-masing. Pastikan Anda memiliki tempat menyimpan yang sesuai untuk menjaga agar tiap barang tetap rapi teratur. Anda bisa memanfaatkan kotak yang sudah tidak terpakai untuk menyimpan kaus kaki, pakaian dalam, dan banyak lagi. Untuk menyimpan pakaian, Marie Kondo juga memiliki tips sekaligus cara tersendiri melipat pakaian untuk memaksimalkan penyimpanan. Salah satu contohnya adalah menyimpan kaos dengan susunan vertikal sehingga Anda bisa melihat dengan jelas masing-masing kaos.

Exit mobile version