Benteng Times

Dipancing Pakai Bebek, Buaya Keluar dari Sungai Deli

Seekor buaya yang berhasil ditangkap dari Sungai Deli.

MEDAN, BENTENGTIMES.com – Pada 6 Juni 2018, warga Jalan bahagia Gang Usaha Dua, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun, melihat tiga ekor buaya berukuran sekitar dua meter sedang berjemur di tepian sungai.

Sontak penampakan hewan buas ini membuat geger dan takut warga yang tinggal di pinggiran sungai. Apalagi, sungai berair keruh dan penuh sampah ini masih digunakan warga untuk mandi, mencuci dan mencari ikan.

Setelah kabar itu, selama dua hari tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara melakukan pencarian dan penyisiran.

(BACA: Geger! Ada Buaya 2 Meter Berjemur di Sungai Deli)

Tim dibantu orang yang mengerti keadaan Sungai Deli dan pawang buaya dari Penangkaran Buaya Asam Kumbang. Mereka memasang jaring pada malam hari, namun hasilnya nihil.

“Kami sudah menemukan keberadaan buaya itu, kami melihat satu ekor buaya berukuran kecil, kurang lebih satu meter dan jenisnya buaya muara. Namun karena terlalu ramai, buaya-nya masuk kembali ke sungai,” kata tim dari BBKSDA Sumut Fitri Nur, Kamis (19/7/2018).

(BACA: Anak Diterkam Buaya, Ibu Lompat ke Sungai, Tak Disangka Ini Yang Terjadi…)

Saat itu, pihaknya mengimbau masyarakat khususnya anak-anak, tidak bermain ke sungai, megantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan. “Kalau memancing, masih bisalah. Kondisi sungai normal, buaya tidak akan mendekati kegiatan manusia, tapi buayanya masih di situ-situ aja,” sambung Fitri.

Warga tak bisa menerima begitu saja imbauan Fitri. Kecemasan dan ketakutan terus melanda. Kesulitan bertambah saat mereka tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari di sungai. Berbagai upaya mereka lakukan untuk menangkap buaya tersebut. Sampailah datang ide Ishak untuk menggunakan umpan seekor bebek dan berhasil.

Satu ekor buaya berhasil ditangkap di aliran Sungai Deli, tepatnya di Gang Nasional, Lingkungan 10, Kelurahan Sei Mati. “Kupancing pakai bebek. Pas umpan dilempar, langsung diterkam. Ku tariklah ke tepi, dapatlah satu ekor buaya ukuran sekitar satu meter,” kata Ishak, Kamis (19/7/2018).

Begitu tertangkap, mulut anak buaya itu langsung dilakban, lalu diletakkan di tengah lapangan dan menjadi tontonan. Warga berduyun-duyun datang melihat hewan reptil itu.

Tak lama, petugas BBKSDA Sumut datang mengambil hewan predator itu untuk dilepaskan ke habitatnya. Sejak dua minggu lalu, warga menggunakan jaring dan umpan hewan ternak untuk memancing buaya keluar dari persembunyiannya.

Pasalnya, warga melihat buaya-buaya itu berada di lokasi penangkapan. “Dua kali kami coba pakai jala, gagal. Coba pakai ikan nila, gagal juga. Terakhir pakai umpan bebek langsung dimakannya. Kami akan terus mencari dua ekor lagi, masih di sininya itu,” ungkapnya.

Ade (33), salah seorang warga mengatakan, penangkapan buaya ini membuatnya sedikit tenang. “Alhamdulillah…, sudah ditangkap. Kalau gak, takut kali kami, apalagi anak-anak suka kali main di sungai. Tapi buaya-nya kan ada tiga, ini baru satu yang ditangkap, ya… Kami ibu-ibu di sini khawatirlah, maunya dapat semua,” ucapnya.

Exit mobile version