Benteng Times

Presiden Mahasiswa USU Tegaskan Jangan Jual Isu SARA di Sumut

Presiden Mahasiswa USU Wira Putra

MEDAN, BENTENGTIMES.com – Pada momen Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara, masyarakat Sumut harus menghindari perpecahan, apalagi perpecahan itu karena dibenturkan oleh isu-isu rendahan, seperti isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA), demi meraih suara.

Demikian disampaikan Presiden Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Wira Putra, Jumat (25/5/2018). Dia meminta agar para kubu yang bertarung tidak menggunakan isu SARA, karena masyarakat Sumut adalah masyarakat yang cerdas.

(BACA: Sihar: Keberagaman Sumut Terbungkus dalam Persaudaraan)

“Sumut merupakan miniatur Indonesia. Kerukunan antarsuku, agama, ras dan golongan sudah terjalin baik selama ini. Oleh karena itu, isu SARA tidak akan mampu menarik simpati warga Sumut. Membuat perpecahan di Sumut dengan menjual dagangan dengan isu SARA diyakini tidak akan laku dijual di Sumut,” kata Wira,.

Menurutnya, warga Sumut akan lebih tertarik pada para pasangan calon yang mengumbar program ketimbang SARA. Mengedepankan program dan gagasan, kata Wira, membuat kampanye dinilai lebih elegan dan berkualitas karena dapat mencerdaskan para pemilih.

“Sebaiknya politik gagasan dan perdebatan seputar program-program pembangunan dirasa lebih bermanfaat untuk dibahas dibandingkan dengan politisasi SARA,” katanya.

(BACA: Rumah Ibadah Dijadikan Tempat Politik Praktis, Rekam, Laporkan!)

Wira menambahkan, semua pihak harus mendorong agar setiap pasangan calon yang bertarung pada Pilkada serentak ini lebih fokus menjual dagangan politik berupa gagasan dan adu program.

“Jangan sampai Pilkada ini justru dipenuhi oleh bibit kebencian, yang sengaja dimunculkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Upaya ini harus sedini mungkin dicegah agar tidak menyebar dan menjadi provokasi yang bisa merugikan semua pihak,” pungkasnya.

Exit mobile version