Benteng Times

Djarot Bersama Da’i Sepakat Melawan Radikalisme dan Terorisme

Djarot Saiful Hidayat berfoto bersama para ulama Sumatera Utara di kediaman pribadinya di Jalan Kartini No 6, Medan, Minggu (20/5/2018).

MEDAN, BENTENGTIMES.com – Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) Djarot Saiful Hidayat menerima para da’i dari berbagai daerah di Sumatera Utara di kediaman pribadinya Jalan Kartini No 6, Medan, Minggu (20/5/2018).

Para ulama itu berasal dari Asahan, Labuhan Batu, Dairi, Tapsel, Sergai. Mereka berdiskusi terkait kejadian terkini, mulai dari radikalisme, terorisme, wawasan kebangsaan, program Sumut hebat hingga stunting.

“Assalamualaikum, selamat datang bapak kiyai dan ustaz di rumah saya. Saya ingin berbincang tentang banyak hal kepada para bapak sekalian terkait yang terjadi baru-baru ini,” ujarnya memulai pembicaraan.

Awal pembicaraan, Djarot membahas masalah aksi terorisme yang sedang hangat meramaikan jagad pemberitaan nasional.

“Saya prihatin sekali kejadian akhir-akhir ini. Bagaimana pun ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Kemudian Djarot mengutarakan pengalamannya saat kunjungan ke Surabaya. “Bayangkan bapak-bapak waktu saya ziarah ke makam orangtua saya, pada hari itu juga kejadian bom beruntun itu terjadi,” ungkapnya.

(BACA: 150 Da’i dan Da’iyah Deli Serdang Dukung DJOSS, Djarot Sampaikan 4 Poin Utama)

Ia berharap segenap elemen dapat menjaga dan meningkatkan toleransi antar golongan, karena sejatinya Indonesia diikat oleh Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Tak hanya itu, suami Happy Farida itu mengungkapkan komitmennya meningkatkan kesejahteraan guru madrasah, imam, nazir dan bilal mayit. Baginya, guru telah menjalankan amanat konstitusi, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga tidak boleh tidak diperhatikan.

“Kami sudah siapkan program peningkatan kesejahteraan dalam bentuk insentif untuk guru madrasah dan guru ngaji,” sebutnya.

Menurut Djarot, jumlah kemiskinan di Sumatera Utara yang berjumlah 9 persen per tahun itu membuat mereka berkomitmen untuk membantu para kaum dhuafa.

Dan, katanya, masalah kemiskinan juga tak lepas dari masalah stunting. Baginya, stunting merupakan momok bagi masyarakat Sumut. “Kita tidak boleh menyepelekan masalah stunting ini. Di Langkat paling banyak dan bagian Sumut lainnya,” ujar Djarot.

(BACA: Djarot Ajak Da’i dan Da’iyah Berikan Edukasi pada Masyarakat)

Menanggapi hal tersebut, Ustaz Zaenal Abidin yang berasal dari kawasan Asahan menyambut pernyataan Djarot. Menurutnya isu radikalisme dan terorisme disebabkan masalah ekonomi yang tak kunjung beres.

“Lagipula, Kementerian Agama perlu digenjot lagi, mendata untuk aliran-aliran mana yang menyalah,” ungkapnya.

Zaenal juga mengatakan masalah stunting juga sangat perlu diperhatikan. Baginya, masalah sanitasi, asupan gizi dan masalah posyandu harus menjadi perhatian utama bagi gubernur terpilih.

Exit mobile version