Benteng Times

Djarot Diskusi dengan Wartawan, Masalah di Sumut: Mindset yang Salah Dibiarkan jadi Hal Yang Biasa

Djarot Saiful Hidayat menggelar diskusi dengan wartawan seputar perkembangan Sumatera Utara, digelar di rumah kontrakannya di Jalan Kartini Nomor 6, Kota Medan, Sabtu (20/4/2018).

MEDAN, BENTENGTIMES.com – Salah satu persoalan utama yang dihadapi Sumatera Utara saat ini adalah adanya mindset yang salah dan dibiarkan menjadi sebuah hal yang biasa. Melihat hal tersebut, maka sangat penting untuk mengubah mindset masyarakat Sumut terhadap hal yang salah tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Djarot Saiful Hidayat saat menggelar diskusi dengan sejumlah wartawan, Sabtu (21/4/2018). Djarot mengungkapkan bahwa salah satu mindset yang harus diubah salah satunya adalah masih banyaknya warga Sumut yang membuang sampah sembarangan.

“Saya kerap melihat bahwa bagi masih banyak warga sumut yang menganggap bahwa buang sampah sembarangan itu adalah hal biasa,” ujar Djarot.

Melihat hal tersebut, Djarot meminta kepada seluruh wartawan yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk ikut ambil bagian mengubah mindset yang salah tersebut.

“Salah satu cara untuk mengubah mindset yang salah tersebut adalah dengan menghadirkan pemberitaan-pemberitaan mendidik bagi masyarakat, khusunya masyarakat Sumatera Utara,” ungkap Djarot.

Djarot Saiful Hidayat menggelar diskusi dengan wartawan seputar perkembangan Sumatera Utara, digelar di rumah kontrakannya di Jalan Kartini Nomor 6, Kota Medan, Sabtu (20/4/2018).

“Wartawan juga memiliki kewajiban untuk membangun Sumatera Utara menjadi jauh lebih baik lagi. Karena semua kita wajib bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi di Sumatera Utara saat ini,” tambahnya.

Selain itu, pertemuan yang juga bersamaan dengan Hari Kartini dimanfaatkan Djarot untuk mengucapkan Selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan di Indonesia.

Di momen ini, Djarot mengatakan bahwa perempuan juga harus diberikan porsi untuk dapat memberikan kontribusi lebih demi kemajuan bangsa dan negara ini.

“Tidak boleh ada lagi diskriminasi terhadap perempuan saat ini,” ujar Djarot.

Djarot mengungkapkan, peran laki-laki dan perempuan seperti sayap rajawali yang ingin terbang tinggi.

“Jangan sampai ada sayap yang terluka, kalau salah satu sayap aja yang terluka maka rajawali itu tidak akan pernah bisa terbang,” tutup Djarot.

Exit mobile version