Ketika Bung Karno Menantang Para Insinyur Peneliti ITB Membuat Batu Jadi Baju

Share this:
BMG
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (tengah) bersama Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting dan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Soetarto.

Contoh Lambang Supremasi Kemajuan IPTEK Yang Diminta Bung Karno, Belakangan Terbukti

Sejarah mencatat bagaimana pasca dijatuhkannya Bung Karno melalui konspirasi internasional antara kekuatan asing dengan sebagian elit bangsa yang terbuai oleh bujuk rayu kekuasaan, berdampak pada menurunnya semangat percaya pada kekuatan sendiri.

Demikian halnya semangat untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, juga tampak meredup.

Jaman Presiden Soeharto misalnya, siapapun anak bangsa yang masuk dalam Departemen Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) dipersepsikan sebagai ‘orang buangan’. Bahkan LITBANG dianggap sebagai muara akhir karir seseorang sebelum pensiun.

Anak bangsa yang masuk ke LITBANG bahkan sering dikatakan ‘suLIT BerkemBANG’, karirnya mentok dalam Departemen LITBANG yang hanya menjadi sekedar ornamen bagi simbol kemajuan. LITBANG pun tampil semu, kehilangan daya dorong kebijakan, akibat desainnya yang sekedar menjadi tempat buangan.

Pada periode Bung Karno, tanpa bermaksud mengedepankan romantisme masa lalu, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi pijakan kemajuan bangsa. Pada saat itu, Bung Karno sering mendengungkan pentingnya semangat ‘berdiri di atas kaki sendiri’ (berdikari) dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan supremasi penguasaan IPTEK menjadi credo kemajuan.

Ada cerita menarik menjelang kedatangan Perdana Menteri Uni Soviet Nikita Khrushchev pada Tahun 1961. Bung Karno menantang para insinyur peneliti dari ITB untuk membuat batu menjadi baju, guna dipamerkan kepada Khrushchev bahwa dalam penguasaan IPTEK, Indonesia tidak boleh dianggap remeh.

Belakangan baru ditemukan bagaimana batu gamping dengan karbon menjadi karbit, lalu kemudian menjadi asetilen, dan melalui proses polimerisasi diubah menjadi serat yang ketika dipilin menjadi benang.

Apa yang diminta Bung Karno sebagai contoh lambang supremasi kemajuan IPTEK belakangan terbukti.

BacaDosen USU Raih Penghargaan Tingkat Nasional

BacaPDIP Target Menang Hattrick di Pemilu 2024, Hasto: Jaga Soliditas Kader

Bung Karno pula yang meminta agar kedatangan Khrushchev juga mengajak kosmonot pertama Uni Soviet Yuri Gagarin, sebagai inspirasi anak muda Indonesia untuk punya cita-cita setinggi langit, agar bisa terbang ke angkasa raya. Guna memberikan rasa hormatnya, Bung Karno bahkan memberikan Bintang Mahaputra kepada Gagarin.

Halaman Selanjutnya >>>

Jurus Sederhana Bung Karno Terbukti Ampuh

Halaman Sebelumnya <<<

Share this: