Benteng Times

Istri Herman Gitaris Seventeen: Dia Pamit Tak Akan Kembali

Juliana Moechtar, istri Herman Gitaris Seventeen.

JAKARTA, BENTENGTIMES.com– Herman Sikumbang, Gitaris Seventeen adalah salah satu korban ganasnya gelombang tsunami di Selat Sunda. Kepergiannya menyisakan duka dan pilu mendalam bagi keluarga dan kerabat korban.

Juliana Moechtar, istri Herman masih ingat betul kepergian sang suami menuju Pantai Anyer, Tanjung Lesung, Banten, untuk menghibur di Acara Gathering karyawan PLN di Anyer. Dia mengaku jika sang suami menunjukan hal-hal yang tak biasa sebelum berangkat pentas.

Dia merasakan suasana keluarga yang lebih hangat dari biasanya. Hal itu juga dirasakan kedua anaknya Hafuza Dhamiri dan Hisyam Quraisy.

Uli, sapaan akrabnya mengisahkan, akhir-akhir ini jadwal pentas yang membesarkan suaminya itu selalu padat. Bahkan, waktu untuk berkumpul dengan keluarga di akhir pekan sangat jarang terjadi.

Sehari sebelum berangkat ke Anyer, tepatnya, pada Kamis (20/12), Herman membujuk Uli bersama kedua anaknya ikut berlibur bersama di sana. Kebetulan, kebanyakan dari para personel Seventeen lainnya pun membawa istri ke tempat mereka manggung.

“Kak Han itu ingin banget bisa kumpul keluarga. Satu hari mau berangkat dia nanya lagi, ‘hun yakin nggak ikut?’ Dia ngomong gitu,” ujar  Juliana, saat diwawancarai sejumlah wartawan di rumah bundanya di Kalibata, Minggu (23/12/2018).

BacaMahasiswa Karo Berduka: Lanai Terselamatkenku Anak Ndu Ndai, Mami..

BacaMalam Keakraban Berakhir Duka, Korban Selamat: Ada Terdengar Suara-suara Begitu

Karena jadwal syuting sinetron yang padat, Uli pun berat hati tidak bisa menuruti permintaan suaminya. Ia memilih tetap berada di Jakarta untuk urusan pekerjaan.

“Kak Han meminta mengosongkan jadwal 22 Desember untuk berlibur bersama keluarga. Dia nawarin terus, dia bilang ‘hun, ayo dong ikut ikut ke Tanjung Lesung sama anak-anak’. Saya nggak bisa ikut karena syuting bersama anak-anak,” ujar Uli.

Ajakan Herman membujuk Uli membawa anak-anak berlibur menemani ‘konser terakhirnya’ itu terus disampaikan kepada Uli hingga empat kali. Dia mengaku, Kak Han (panggilan Herman) tak pernah seperti itu sebelumnya.

Akhirnya, Uli meminta Herman untuk meluangkan waktu untuk keluarga bersama Hauzan dan Hafuza. Kepada anak-anak, Herman menyampaikan: ‘papah sedang nggak kerja, jalan-jalan yuk, pergi ke mal’. Saat itu pula Uli dan kedua anak laki-lakinya merasa senang bisa meluangkan waktu libur bersama.

“Kami pergi ke mal, makan, foto-foto, pokoknya bareng semua. Memang kerasa banget keluarga,” tutur Uli, menangis terbata-bata.

Sehari bersama kedua anaknya ke mal sambil bercerita-cerita. Sesampainya di rumah, Herman kembali bercerita di kamar membicarakan masa depan anak-anak, hingga rencana masuk sekolahnya.

Herman pun meminta kepada Uli untuk dibuatkan minuman jahe hangat. Suaminya merasa tak enak badan. Dia pun akhirnya membuatkan minuman jahe hangat kesukaannya.

“Hun, mau jahe, Kak Han nggak enak badan nih,” tutur Uli, menirukan permintaan Herman.

BacaKeren! Belasan Musisi Batak akan Gelar Konser 33 Tahun Berkarya Robert Marbun

BacaKeren, Musisi Mancanegara Bawakan Lagu Batak di Samosir Music International 2018

Keesokan harinya, Herman pergi pamit untuk manggung di acara ke Anyer. Akan tetapi sebelum berangkat dia sempat mengisi acara terlebih dahulu di kawasan BSD.

“Hari Jumat, dia mandi, setelah itu pamit meminta dibawakan baju sekalian, karena malam Sabtunya dia main di BSD. Dia pamit enggak akan kembali,” ujar Uli.

Saat berpamitan sambil mencium dan memeluknya, Uli merasakan badan Herman yang wangi. Beda dari biasanya, badan suaminya itu bau rokok. Ia pun merasa pamitan terakhir suaminya itu berbeda dari biasanya.

“Dia peluk erat banget, saya ngomong gini, Han kok tumben wangi, biasanya bau rokok. Terus cium tangan, cium kening, dia pun tanya mau pergi ke mana kalau tidak ada saya,” ujar Uli, menyangka petanda kepergian Herman.

BacaAnggota DPR Fraksi Gerindra Ditolak saat Hendak Temui Beckham yang Sedang di NTT

BacaTepergok, Nafa Urbach- Zack Lee Mesra Lagi

Pertanyaan yang tak biasa itu dijawab Uli. Ia menjawab kepada Herman usai dia pergi, dia bersama kedua anak-anak akan makan di McD. Herman tak langsung pergi. Dia kemudian menyambangi kembali mencium Uli dan kedua anaknya.

“Saya jawab mau makan ke McD nih, ya sudah pergi-pergi saja yah, kata Kak Han. Ia mau pamit, ngeliatin lagi, cium lagi, becanda-becanda sama anak lagi. Memang aneh banget hari itu,” tutupnya.

Exit mobile version