Jembatan Alternatif di Gido Ambruk, Harga Bahan Pokok dan BBM Meroket di Nisel

Share this:
BMG
Ratusan warga tampak melintasi Sungai Gido Sebua, Kamis (27/12/2018). Mereka terpaksa melintasi sungai, karena jembatan darurat yang dibangun rekanan PT Satu Tiga Mandiri telah ambruk saat dilintasi truk Fuso yang membawa material proyek pembangunan jembatan Sungai Gido, beberapa waktu lalu.

Imbauan Bupati Segera Bangun Jembatan Alternatif, Diabaikan

Untuk diketahui, jembatan Sungai Gido Sebua telah dirobohkan pada Mei 2018 lalu karena salahsatu penyangga jembatan tumbang. Kemudian, oleh pemerintah dibangun kembali jembatan yang baru berbiaya Rp13 miliar. Dana bersumber dari APBN, dengan masa pengerjaan 120 hari, dimulai 16 Mei 2018.

Hingga kini, PT Satu Tiga Mandiri, rekanan yang dihunjuk pemerintah masih melakukan proses pembangunan jembatan tersebut. Saat proses pembangunan jembatan berlangsung, PT Satu Tiga Mandiri sebenarnya sudah membangun jembatan alternatif, namun pada Rabu (19/12/2018) sekira pukul 10.30 WIB, jembatan darurat itu ambruk saat dilalui truk Fuso bermuatan material proyek.

Truk itu pun ikut terjatuh ke sungai. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Saat BENTENG TIMES berusaha konfirmasi, tidak seorang pun pihak PT Satu Tiga Mandiri yang memberikan keterangan. Termasuk para pekerja di lokasi proyek.

Ternyata, Kapolsek Gido Iptu Khamzar Gea juga mengaku kesulitan menemui pihak PT Satu Tiga Mandiri. Terutama dalam hal koordinasi di lapangan, seperti memaksimalkan jasa penyeberangan terhadap masyarakat.

“Saya saja susah menemuinya. Dua hari lalu, saya butuh tali untuk menyeberangkan warga. Saat kami minta, mereka tak bisa memberikan,” keluh Khamzar Gea.

BacaDalam 3 Hari, 280 Liter Tuak Nias Disita

BacaKeren! Garuda Indonesia Tambah Frekuensi Penerbangan Medan-Nias

Padahal sebelumnya, PT Satu Tiga Mandiri sudah menyatakan siap memperbaiki jembatan darurat saat menerima kunjungan Bupati Nias Sokhiatulo Laoli, di lokasi.

“Kemarin sama pak Bupati (dibilang) oke, siap, segera memperbaiki jembatan darurat itu. Nyatanya, abang lihat lah,” Khamzar Gea geram.

Share this: