Benteng Times

Di Italia Ada Radja Nainggolan, di Liga Belanda Ada Pemain Bermarga Pasaribu

Ferd Pasaribu (kanan), saat bermain di RKVV DESO.

BELANDA, BENTENGTIMES.com – Radja Nainggolan adalah salah satu pemain yang paling populer bagi pecinta sepakbola Indonesia. Bukan hanya kerena kehebatan di klubnya saat ini, AS Roma, namun juga karena nama belakang ‘Nainggolan’ yang dipatrikannya di belakang kostumnya. Kita ketahui bahwa Nainggolan adalah salah satu marga Batak, walau dia memang bukanlah seorang Warga Negara Indonesia.

Tapi ternyata, pemain keturunan Batak yang bermain di Liga Eropa bukanlah Radja Nainggolan seorang. Selain pemain kelahiran Belgia itu, ada juga ternyata seorang pemain kelahiran Belanda bernama Ferd Pasaribu.

Ya, saat ini Ferd bermain di FC Eindhoven, yang merupakan penghuni Netherlands Jupiler League (Divisi 2 Liga Belanda). Pria kelahiran Roermond, 22 Juni 1991 ini bermain sebagai defender.

Dan, sebelum membela FC Eindhoven, dia sudah bermain di Fortuna Sittard U19, Fortuna Sittard, SVC 2000, RKVV DESO, VV Gestel dan EVV (FC) Eindhoven.

Ferd Pasaribu

Bahkan, pemain dengan tinggi badan 175 cm itu juga pernah mencicipi bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) bersama Medan Chiefs. Medan Chiefs merupakan klub milik pengusaha sukses Sihar Sitorus.

Saat itu, sekitar Januari 2011, seperti dikutip dari Radio Nederland (RNW), Fred mengatakan bahwa perundingan pihaknya dengan pengusaha Sihar Sitorus, pemilik Medan Chiefs, sudah masuk pada tahap akhir.

Untuk diketahui bahwa proses perekrutan Ferd Pasaribu ke Medan Chiefs berlangsung relatif sangat cepat, hanya dalam tempo dua pekan. Sihar Sitorus menyatakan sangat mengharapkan putra kedua pasangan Fred dan Arieanne Pasaribu itu bisa memberi warna istimewa di skuad yang berbasis di tanah Batak itu.

Satu kisah juga terungkap dari Ferd yang tidak fasih berbahasa Indonesia itu. Dia yang punya kedekatan dengan Indonesia, sejak kecil menyimpan patung garuda di dinding kamarnya. Bukan itu saja, darah Batak ini juga menyimpan replika kaos timnas di lemari bajunya.

Dia mengatakan sangat bangga jika menyandang seragam “Garuda di Dadaku.” Jadi tidak heran ketika ia pernah sesumbar ingin memperkuat lini pertahanan timnas Indonesia.

Exit mobile version